Jangan Minta Maaf dengan Cara Ini Saat Berbuat Kesalahan

Jangan Minta Maaf dengan Cara Ini Saat Berbuat Kesalahan

10
0
BAGIKAN

Dalam dunia kerja, pasti siapapun pernah berbuat kesalahan tak peduli seberapa ahli mereka dalam bidang pekerjaan tersebut. Ketika kesalahan tersebut ternyata menimbulkan dampak yang lebih besar dari yang Anda bayangkan, tentu satu-satunya respons yang akan Anda berikan adalah dengan meminta maaf. Tapi bahkan banyak orang yang merasa awkward sehingga  permintaan maaf yang terlontar justru terkesan tidak sungguh-sungguh dan menimbulkan kesan tak mengenakkan terhadap citra Anda.

Vems, berhati-hatilah agar tidak salah mengucapkan permintaan maaf dengan cara berikut ini ya.

  • “Maafkan Saya”

Mengakui kesalahan dan berani meminta maaf memang wajib diacungi jempol. Tapi hanya dua kata “maafkan saya” saja tidak cukup, Vems. Pihak lawan bicara Anda pun tentu ingin mendengar alasan mengapa Anda terlambat datang ke rapat pagi kemarin, atau mengapa Anda tidak dapat mengumpulkan laporan sesuai dengan deadline yang ditentukan. Mereka juga tentu ingin mendengar langkah apa yang akan Anda ambil untuk memperbaiki kesalahan tersebut, atau bagaimana cara Anda agar kesalahan yang sama tidak terulang lagi.

  • “Saya Minta Maaf, Tapi. . . “

Ladies yang masih ingat pelajaran Bahasa Indonesia yang diberikan di sekolah pasti tahu bahwa fungsi kata “tapi” digunakan sebagai lawan dari kalimat Anda sebelumnya. Saat Anda meminta maaf yang kemudian disambung dengan kata “tapi”, hal tersebut justru meniadakan rasa penyesalan yang Anda ekspresikan. Kesan lain yang muncul adalah Ladies tidak mencoba menjelaskan alasan Anda berbuat kesalahan melainkan ingin melontarkan kesalahan tersebut kepada pihak lain.

.3839 Cara Meminta Maaf Terburuk Saat Berbuat Kesalahan (A)

  • “Saya Memang Bodoh/Ceroboh/Kata Sifat Negatif Lainnya”

Berbuat kesalahan tidak lantas membuat Anda adalah orang terbodoh atau terceroboh di dunia. Honestly, stop it. Sangatlah wajar untuk berbuat kesalahan, namun dengan menyalahkan dan merendahkan diri sendiri tidak akan mengubah apalagi memperbaiki kesalahan yang telah Anda perbuat. Kalimat tersebut adalah kalimat kosong tanpa arti, dan sebenarnya bisa jadi menunjukkan bahwa Anda menanti orang lain untuk tidak menyetujui hal tersebut dan memuji Anda so that you can feel better about yourself.

Satu hal yang jelas, baik rekan kerja dan atasan Anda tidak punya banyak waktu untuk membuai Anda dengan kalimat encouragement nan berbunga-bunga. Yang mereka butuhkan bukanlah kalimat penghakiman terhadap diri sendiri melainkan alasan sekaligus cara yang Anda tawarkan untuk memperbaiki kesalahan tersebut.

Jadi saat next time Anda berbuat kesalahan, jangan takut apalagi panik. Tariklah napas dalam-dalam dengan tenang dan ucapkan permintaan maaf like you really mean it.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR