Kisah Para Perempuan dengan Lengan Berbulu Mereka

Kisah Para Perempuan dengan Lengan Berbulu Mereka

14
0
BAGIKAN

Di setiap peradaban hampir selalu ada peraturan yang mengatur bagaimana seharusnya seorang perempuan bersikap dan berpenampilan. Sedihnya, di masa modern seperti saat inipun hal tersebut masih bertahan. Salah satunya, perempuan yang cantik sempurna adalah mereka yang tidak memiliki bulu. Dari sanalah setiap hari kita dibombardir dengan berbagai macam iklan hair removal dengan bintang model perempuan berkulit mulus tanpa sehelai bulu-pun di tubuhnya. Jadilah para perempuan tenggelam dalam rutinitas membosankan dan mahal: waxing ,mengaplikasikan krim hair removal, laser hair removal, electrolysis, dan lain sebagainya.

Jika Vems termasuk perempuan dengan bulu tubuh yang lebat dan tengah berjuang untuk mencintai diri Anda sendiri, you are not alone. Faktanya ada banyak perempuan di berbagai belahan dunia yang mengalami pergolakan batin yang sama hanya karena mereka memiliki bulu tubuh yang lebat. Simak pengakuan dari para perempuan tersebut yuk!

.3827 Kisah Para Perempuan dengan Lengan Berbulu Mereka (A)

  • Amber Venerable

Perempuan berusia 34 tahun ini mulai mendapati tangannya ditumbuhi bulu halus setelah ia mendapatkan siklus menstruasi pertamanya. Awalnya ia merasa excited saat ia harus mencukur bulu lengannya, karena baginya hal tersebut membuatnya bagaikan seorang perempuan dewasa.

Antusiasme tersebut tak bertahan lama, karena pada saat ia berusia 16 tahun, ia mulai berpendapat bahwa rutinitas yang ia lakukan tersebut terlalu merepotkannya. Sayangnya, stigma masyarakat bahwa it’s not okay untuk memiliki bulu di bawah ketiak atau di kaki masih membekas sangat kuat di benaknya sehingga ia rutin melakukan shaving di dua area tubuhnya tersebut.

.3827 Kisah Para Perempuan dengan Lengan Berbulu Mereka (B)

  • Ayqa Khan

Hampir semua anggota keluarga Ayqa Khan tergila-gila dengan konsep tubuh yang bebas dari bulu, bahkan ibundanya-lah yang pertama kali memperkenalkannya dengan metode waxing untuk menyingkirkan bulu-bulu di tubuhnya. Bagi keluarga dan masyarakat di sekitarnya, perempuan yang memiliki bulu terlihat kotor atau bahkan terkesan maskulin seperti pria. Sehingga tidak heran jika keluarganya melihat Ayqa Khan dengan bulunya yang lebat, mereka akan langsung menghujaninya dengan kritik pedas.

Ayqa Khan merasa bahwa self-empowerment tidak bisa dilakukan seorang diri, ia membutuhkan suatu komunitas yang dapat mengajarinya makna mencintai dan menerima diri sendiri sehingga ia dapat benar-benar belajar menghargai diri sendiri.

.3827 Kisah Para Perempuan dengan Lengan Berbulu Mereka (C)

  • Paige Viti

Berbeda dari 2 superwoman kita sebelumnya, Paige Viti sudah lama belajar menerima bulu yang tumbuh di tubuhnya. Ya, memang sempat terpikir di benaknya untuk melakukan shaving, ia bahkan sempat melakukan laser treatment untuk menggugurkan bulu yang tumbuh di sekitar puting payudaranya.

Kini? Tak lagi. Baginya bulu tubuhnya adalah satu hal yang membuatnya unik dan dari sanalah ia belajar untuk mencintainya. Ia tak lagi menganggap bahwa bulu tubuhnya adalah suatu “flaw”. Lagipula, jika para pria bisa dengan bebas memamerkan bulu tubuh mereka, kenapa perempuan tidak boleh?

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini, Vems?

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR