Uh-Oh, UTI Sekarang Kebal Terhadap Antibiotik?

Uh-Oh, UTI Sekarang Kebal Terhadap Antibiotik?

14
0
BAGIKAN

Infeksi saluran kencing atau UTI (Urinary Tract Infection) adalah salah satu jenis infeksi yang menjadi momok bagi hampir semua perempuan. Rasa sakit yang disebabkan oleh UTI memang tidak bisa dianggap remeh, belum lagi jika terjadi komplikasi yang dapat membuat penderitaan Anda jadi semakin parah. Kebanyakan gejala UTI dapat diatasi dengan pengobatan antibiotik. Namun belakangan ini, semakin banyak munculnya keluhan dari pasien UTI bahwa antibiotik yang mereka konsumsi tak memberikan efek kesembuhan apapun. Apakah yang terjadi?

Singkatnya, ketakutan para tenaga ahli kedokteran menjadi nyata. Salah satu downside dari penggunaan antibiotik adalah adanya potensi virus maupun bakteri tersebut membentuk kekebalan terhadap kandungan obat antibiotik sehingga mengakibatkan pengobatan tersebut tak lagi efektif. Itu berarti para ahli kesehatan harus dengan segera menemukan ramuan antibiotik yang baru dan lebih kuat untuk mengalahkan bakteri tersebut. Tapi lagi-lagi, jika infeksi UTI tersebut terus berulang bukan tidak mungkin bakteri tersebut akan menjadi jauh lebih kuat lagi.

Hal ini adalah reaksi yang normal, karena memang bakteri dan virus diciptakan dengan kemampuan untuk berevolusi layaknya manusia. Untuk bertahan hidup, mereka akan belajar untuk membentuk kekebalan terhadap hal-hal yang mengancam mereka. Yang tidak normal adalah tindakan yang diambil manusia untuk mengatasi hal tersebut, yang ternyata justru memunculkan efek yang jauh lebih parah.

.3802 Uh-Oh, UTI Sekarang Kebal Terhadap Antibiotik- (A)

Kebiasaan mengkonsumsi antibiotik secara sembarangan dan berlebihan, peraturan menggunakan obat antibiotik yang tidak tegas, serta kontaminasi limbah obat-obatan yang mencemari lingkungan adalah faktor-faktor human errors yang mendorong semakin cepatnya evolusi dari bakteri dan virus penyakit tersebut. Hal tersebut mengakibatkan penyakit sesepele UTI menjadi penyakit ganas yang brepotensi mengancam nyawa, apalagi jika bakteri tersebut menginfeksi ginjal dan beredar ke seluruh tubuh melalui aliran darah.

Jika penggunaan antibiotik tidak menunjukkan hasil yang diinginkan, kebanyakan tenaga kedokteran terpaksa menggunakan zat antibiotik seperti colistin yang disuntikkan langsung ke dalam tubuh melalui infus IV. Resiko dari penggunaan colistin bisa mengakibatkan penderita mengalami efek samping yang cukup serius, seperti gagal ginjal hingga kejang-kejang. Bahkan di kalangan para peneliti pun muncul kekhawatiran bahwa lambat laun bakteri penyebab UTI juga akan membentuk kekebalan terhadap pengobatan ini.

Satu-satunya cara untuk menghindari kekebalan bakteri tersebut adalah dengan mencegah agar jangan sampai Anda jatuh sakit. Pencegahan itu selalu dimulai dengan cara yang sederhana. Contohnya seperti rajin mencuci tangan hingga bersih, membasuh vagina dari depan ke belakang setelah buang air kecil, dan menggunakan alat kontrasepsi kondom saat Anda akan berhubungan seks dapat membantu menekan resiko terjangkit UTI, dan di saat yang sama menghindarkan Anda dari antibiotic treatment yang dapat berdampak pada kekebalan bakteri dan virus.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR