Ini Alasan Kenapa Orang Doyan Share Foto Korban Pengeboman

Ini Alasan Kenapa Orang Doyan Share Foto Korban Pengeboman

30
0
BAGIKAN

Ini Alasan Kenapa Orang Doyan Share Foto Korban Pengeboman

Bumi Indonesia kembali berduka. Beberapa hari menjelang dimulainya bulan suci Ramadhan yang seharusnya diliputi rasa damai justru berubah menjadi rasa mencekam dan ngeri ketika tragedi pengeboman terjadi di tiga gereja di Surabaya dan memakan belasan korban jiwa. Tak hanya kondisi keamanan saja yang terkoyak, tapi juga rasa kemanusiaan karena sekali lagi pihak-pihak yang tak bertanggung jawab membawa pergi nyawa banyak orang tak berdosa dalam aksi bom bunuh diri mereka.

Seperti biasanya entah kenapa di tengah-tengah situasi yang pelik  selalu ada saja orang-orang yang menyebarkan foto-foto jenazah korban pengeboman yang sudah pasti berlumuran darah dan dalam keadaan tak utuh lagi. Foto-foto tersebut tersebar dengan cepat, melalui aplikasi chat WA, hingga platform media sosial Facebook. Jika Anda manusia dengan rasa kemanusiaan yang masih intact, Anda pasti setuju bahwa foto-foto tersebut sangat disturbing dan tidak selayaknya disebarluaskan. Apa sih yang menyebabkan beberapa pihak dengan enteng membagikan foto-foto korban pengeboman tersebut?

.3759 Ini Alasan Kenapa Orang Doyan Share Foto Korban Pengeboman (A)

Ternyata jawabannya terletak pada fungsi otak kita, Vems. Amygdala, salah satu bagian otak kita memang memiliki cara kerja yang sangat aneh, karena organ tersebut cenderung lebih terangsang pada hal-hal yang bersifat threatening sehingga memicu produksi hormon-hormon stres seperti kortisol dan adrenalin yang meningkatkan detak jantung dan tekanan darah, ritme pernapasan, serta membesarnya pupil mata. Sensasi tersebut hampir setara saat Anda melakukan olahraga-olahraga yang memicu adrenalin seperti bungee jumping atau panjat tebing.

Sehingga tak heran jika ada beberapa pihak yang justru terstimulasi dengan menyaksikan foto-foto daging korban pengeboman yang berceceran. Begitu juga dengan orang-orang yang keranjingan menonton film-film horor slasher penuh akan adegan sadis maupun saat mereka mengabadikan foto korban kecelakaan.

.3759 Ini Alasan Kenapa Orang Doyan Share Foto Korban Pengeboman (B)

But is it an ethical thing to do? Jawabannya sudah jelas, “TIDAK”. Sekali Anda menyaksikan foto atau adegan sadis, maka hal tersebut akan terus terpatri di dalam otak Anda dalam jangka waktu yang sangat lama. Itu dikarenakan bagian Amygdala akan menyimpan rekaman memori tersebut sebagai salah satu reaksi untuk membantu Anda mempertahankan diri jika Anda berada di situasi yang sama. Rekaman peristiwa tersebut tak jarang memunculkan efek traumatis, terutama pada orang-orang yang mengalami kejadian tersebut secara langsung.

Membagikan foto-foto korban pengeboman juga berarti Anda turut serta dalam menyebarkan teror, satu hal yang justru dinanti-nantikan oleh gerombolan teroris yang berada di balik aksi tersebut. Sebagai gerombolan psikopat, pimpinan teroris tersebut akan mendapatkan sensasi kesenangan saat melihat masyarakat resah akibat perbuatan mereka. Don’t let them win, please?

Dan yang terakhir, menyebarkan foto-foto tersebut sama saja melukai hati para keluarga yang ditinggalkan korban. Siapapun pasti ingin mengenang anggota keluarga yang meninggal dunia dalam wujud yang terbaik, bukan dalam wujud bongkahan daging manusia berlumuran darah. Anda pun pasti tak ingin kan suatu saat Anda meninggal dunia dan jenazah Anda tersebar ke seluruh dunia maya dalam keadaan yang memprihatinkan. Yuk bersikap empati untuk para keluarga korban.

Dimanapun Anda dan keluarga berada. stay safe.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR