Hal yang Harus Anda Ketahui tentang Postpartum Psychosis

Hal yang Harus Anda Ketahui tentang Postpartum Psychosis

21
0
BAGIKAN

Ladies pastinya sudah cukup sering mendengar berita mengejutkan tentang seorang ibu yang dengan tega membunuh buah hatinya yang masih bayi. Tidak hanya tindakan mereka tidak dapat diterima oleh akal sehat, bahkan alasan mereka dalam melakukan pembunuhan tersebut pun sangat tidak masuk akal. Para ibu tersebut mengaku bahwa mereka mendengarkan bisikan gaib untuk membunuh anak mereka karena mereka adalah anak setan atau semacamnya. Banyak orang langsung mengecap pelaku sebagai orang gila atau bahkan iblis, tapi benarkah demikian? Atau jangan-jangan pelaku justru membutuhkan bantuan?

Ironisnya, masyarakat negara kita memang masih sangat awam dan terpengaruh stigma seputar kesehatan mental apalagi mental illness yang menimpa ibu yang telah melahirkan. Apalagi karena masyarakat sudah terlanjur memotret peristiwa melahirkan adalah peristiwa yang sangat membahagiakan bagi sang ibu. Pengetahuan seputar gangguan mental pada ibu menyusui yang diketahui hanyalah Baby Blues, padahal selain Baby Blues ada penyakit mental lain yang mengintai para ibu tersebut. Salah satunya yang paling fatal adalah Postpartum Psychosis.

Dibandingkan dengan Baby Blues maupun Postpartum Depression, Postpartum Psychosis memang cenderung sangat langka dengan angka kasus sekitar 1 atau 2% dari 1,000 peristiwa persalinan. Penderita juga umumnya mengalami gejala-gejala postpartum psychosis dalam jangka waktu 2 minggu pertama setelah masa persalinan. Apa saja gejalanya?

  • Mengalami Ketidakstabilan Emosi

Di satu saat, Anda menunjukkan emosi euforia yang bergejolak, di lain waktu Vems menjadi murung, mudah menangis, dan sering marah-marah. Anda bisa jadi sangat sosial, dan kemudian berubah drastis dengan menarik diri dari pergaulan beberapa saat berikutnya. Anda juga sering merasakan kecemasan yang mencekam, seperti rasa cemas akan hal-hal buruk yang bisa saja terjadi pada bayi atau perasaan takut bahwa Anda tidak akan dapat menjadi seorang ibu yang baik.

.3742 Hal yang Harus Anda Ketahui tentang Postpartum Psychosis (A)

Terlebih lagi jika Anda melahirkan dengan prosedur caesar, tak jarang Anda akan merasa gagal menjadi seorang ibu karena Anda tidak melahirkan si kecil dengan metode persalinan normal.

  • Mengalami Delusi

Seorang ibu yang mengalami Postpartum Psychosis bisa jadi mengalami delusi yang tak jarang berhubungan erat dengan kepercayaan yang Anda peluk. Salah satu bentuk delusi yang paling umum dialami oleh ibu dengan postpartum psychosis adalah kepercayaan bahwa anaknya dirasuki oleh setan, atau bisa jadi delusi yang harmless seperti Anda percaya bahwa Anda memenangkan sebuah hadiah lotere.

  • Mengalami Halusinasi

Gejala postpartum psychosis akut adalah Anda bisa jadi mengalami halusinasi, atau perasaan bahwa Anda mendengar suara-suara yang sebenarnya tidak ada. Seorang ibu yang menghabisi nyawa bayinya sendiri dengan alasan bahwa ia mendengar suara di kepalanya untuk melakukannya besar kemungkinan mengalami halusinasi yang ia yakini kebenarannya.

Postpartum psychosis bisa terjadi pada siapapun, terutama jika Anda memiliki sejarah riwayat keluarga yang memiliki bipolar disorder atau schizophrenia. Cara terbaik untuk mengatasi postpartum psychosis sudah tentu bukan dengan menghakimi korban, melainkan memberikan support dan memeriksakan mereka ke psikiater agar mereka mendapatkan treatments yang mereka butuhkan. Tenang saja, postpartum psychosis sebenarnya bisa diobati kok.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR