Cara Berhenti Jadi Orang yang Pasif Agresif

Cara Berhenti Jadi Orang yang Pasif Agresif

26
0
BAGIKAN

Anda sering mendengar istilah pasif-agresif, tapi Anda sama sekali tak menyangka bahwa Anda adalah salah satunya. Mungkin saja Anda iseng-iseng membuka artikel tentang ciri-ciri orang yang pasif-agresif suatu hari, dan betapa tertohoknya hati Anda begitu menyadari hampir semua ciri-ciri sifat tersebut ada di dalam diri Anda.

Sikap pasif-agresif biasa ditunjukkan ketika Anda marah pada seseorang namun Anda tidak ingin mengkonfrontasi langsung. Jadilah Anda menjatuhkan “hints” pada mereka, yang secara tidak langsung membuat mereka bersalah setelah melihat tindak-tanduk Anda.

Pasif-agresif sebenarnya adalah tindakan manipulasi emosi yang berakar dari ketidakmampuan seseorang mengungkapkan perasaan mereka dengan sehat. Seseorang yang terbiasa pasif-agresif pasti memiliki hubungan sosial yang buruk dengan orang lain. Sekarang Anda tahu sifat tersebut ada di dalam diri Anda, tapi apa yang harus Ladies lakukan?

  • Terima Kenyataan dengan Lapang Dada

Yakin deh tidak ada orang yang suka dengan sifat pasif-agresif, sehingga tak heran banyak orang pasif-agresif yang melakukan denial. Tapi kalau Ladies ingin berubah menjadi pribadi yang lebih baik, langkah pertama yang Anda lakukan adalah mengakui fakta bahwa Anda memang memiliki sifat tersebut.

Pasif-agresif bukan berarti Anda orang jahat kok, Vems. Karena seburuk apapun itu, sifat tersebut sebenarnya adalah salah satu hal yang dimiliki oleh banyak manusia. Menerima bukan berarti memaklumi sifat tersebut, tapi penerimaan tersebut akan sangat membantu Anda dalam memperbaiki diri Anda menjadi lebih baik.

.3658 Cara Berhenti Jadi Orang yang Pasif Agresif (A)

  • Tingkatkan Self-Awareness

Langkah kedua, Anda perlu lebih mempertajam self-awareness. Caranya? Setelah Anda terlibat pertengkaran dengan teman, anggota keluarga, atau pasangan Anda, jangan terburu-buru mengambil kesimpulan. Biarkanlah diri Anda tenang, dan setelah amarah Anda mereda berikanlah waktu untuk mengingat-ingat penyebab dari pertengkaran tersebut, reaksi dari Anda, dan bagaimana masalah tersebut diselesaikan dengan cara yang lebih baik.

  • Lebih Peka dengan Apa yang Anda Ucapkan

In a spur of moment, memang kita seringkali tidak memikirkan apa yang kita ucapkan sehingga melukai hati lawan bicara kita. Tapi kali ini, cobalah untuk lebih mendengarkan kata-kata yang Anda ucapkan saat Anda merasa kesal. Kata-kata bernuansa pasif-agresif biasanya adalah: “Terserah”, “Aku nggak apa-apa”,”Aku nggak marah”, “Selamat ya”, dan lain sebagainya.

  • Buang Jauh-jauh Kebiasaan Menghindari Konfrontasi

Seringkali orang memilih untuk menjadi pasif-agresif karena mereka menghindari konfrontasi dengan pihak yang membuat mereka kesal. Alasannya? Karena masyarakat sudah terlanjur menganggap bahwa mengkonfrontasi orang lain adalah hal yang buruk.

Padahal, konfrontasi bisa menjadi media untuk menyelesaikan masalah dan meluruskan kesalahpahaman antara kedua belah pihak. Konfrontasi bisa menjadi sarana latihan bagi Anda dan orang lain untuk belajar berkomunikasi dengan cara yang lebih baik.

 

Yuk belajar sedikit demi sedikit mengubah kebiasaan pasif-agresif, Vems.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR