Jangan Diam Saja Saat Hadapi Pelecehan Ini di Tempat Kerja

Jangan Diam Saja Saat Hadapi Pelecehan Ini di Tempat Kerja

13
0
BAGIKAN

Workplace harrasment, atau pelecehan di tempat kerja adalah salah satu isu yang tidak hanya berbahaya bagi pegawai yang jadi sasaran pelecehan tapi juga terhadap kesehatan iklim di kantor Anda. Sayangnya banyak korban dari pelecehan tersebut yang lebih banyak diam, baik karena dibungkam oleh pihak otoritas atau karena mereka merasa ragu-ragu dan takut dicap sebagai seorang pembual. Selain itu, edukasi tentang hal ini juga masih sangat terbatas sehingga banyak dari Anda yang bahkan tak mengetahui perbuatan apa saja yang termasuk ke dalam pelecehan.

Pelecehan di tempat kerja memang sering diidentikkan dengan pelecehan seksual. Walaupun sebenarnya masih ada jenis pelecehan non-seksual yang tidak kalah damaging bagi pribadi Anda. Yuk belajar untuk mengenali dan menghindar dari tindakan pelecehan berikut ini.

  • Pelecehan Seksual

Kita sering tanpa sadar membatasi perbuatan pelecehan seksual hanya berdasarkan tindakan sexual dan physical advances yang tidak diinginkan korban. Padahal ada beberapa kategori sexual harrasment yang walaupun sangat subtle tapi sama-sama berbahayanya, yaitu:

  • Membagikan gambar atau video porno pada Anda, dan mengabaikan pernyataan bahwa Anda merasa tak nyaman dengan itu
  • Bercanda dengan topik berbau porno yang membuat Ladies merasa risih
  • Menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat pribadi, seperti orientasi seksual rekan kerja atau bahkan riwayat seksual mereka.
  • Melontarkan komentar negatif dan cenderung offensive terhadap identitas gender seseorang dan seksual orientasi mereka. Poin ini sering sekali terjadi pada orang-orang transgender dan homoseksual.

.3610 Jangan Diam Saja Saat Hadapi Pelecehan Ini di Tempat Kerja (A)

  • Pelecehan Non-Seksual

Selain sexual harrasment, Anda juga wajib mewaspadai dan menindak (jika Ladies pihak berwenang) tindakan pelecehan lainnya yang bisa membuat anggota tim Anda merasa tak nyaman. Pelecehan non-seksual biasanya meliputi tindakan:

  • Berkomentar negatif tentang agama atau keyakinan yang dipeluk oleh seseorang, hingga bahkan berusaha membuat mereka berpaling menuruti ajaran agama atau keyakinan sang pelaku. Ingat, keyakinan dan agama Anda seharusnya menjadi hak pribadi yang tidak boleh dibawa-bawa ke dalam ranah dunia kerja.
  • Menjuluki kolega kerja atau anggota tim dengan sebutan rasis
  • Menunjukkan gambar atau menempelkan bernuansa rasis dan berpotensi menyinggung golongan keyakinan atau ras tertentu
  • Menghina seseorang dengan menyinggung-nyinggung mengenai disabilitas fisik maupun kondisi mental mereka
  • Dengan sengaja mengenakan pakaian yang berpotensi menyinggung satu golongan ras atau umat beragama tertentu.

Job hunters pun wajib waspada jika pewawancara kerja Anda menanyakan hal-hal bersifat pribadi tak memiliki korelasi dengan bidang pekerjaan yang Anda lamar, seperti ras, identitas gender dan preferensi seksual, agama, dan hal bersifat private lainnya. Itu bisa jadi tanda peringatan bahwa Anda mungkin tak akan merasa betah bekerja di perusahaan tersebut.

Ladies juga wajib mengingat bahwa siapapun bisa menjadi pelaku workplace harrasment. Tetaplah waspada, okay?

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR