Love for Sale: Berburu Cinta lewat Aplikasi Kencan Online

Love for Sale: Berburu Cinta lewat Aplikasi Kencan Online

13
0
BAGIKAN

Cinta tak pernah bosan dikupas dalam setiap karya sastra hingga sinema layar lebar. Khusus di industri film, berbagai aspek percintaan senantiasa menjadi santapan favorit sekaligus senjata makan tuan apabila tidak diolah dengan matang. Seiring dengan bangkitnya perfilman Nusantara beberapa tahun ini, Love for Sale hadir sebagai potret kisah cinta kaum milenial yang tak lepas dari teknologi.

Diperankan dengan apik oleh Gading Marten, karakter utama Richard Ahmad Wijaya menghadirkan antitesis sosok pria jomblo dalam perjalanan mencari cinta. Adegan pembuka dalam trailer Love for Sale diwarnai oleh Richard yang mengulet di balkon rumah sekaligus kantor percetakan warisan keluarga yang dikelolanya. Bangun tidur di pagi dengan hanya mengenakan celana dalam dan singlet, menggaruk pantat, lalu menyapa Kelun kura-kura peliharaan : sungguh keseharian yang kelewat membosankan bagi tokoh utama yang diharapkan penonton untuk menemukan cinta di akhir film.

Pertama kali berakting sebagai pemeran utama, Gading Marten berhasil mengobrak-abrik hati penonton lewat kepribadian yang terlalu relatable. Meski usianya sudah tak lagi milenial, yakni tepatnya 41 tahun, Richard menjadi sosok yang dekat dengan keseharian pekerja urban. Hidupnya dihabiskan mengurus pekerjaan, nongkrong sesekali, dan bermain media sosial di smartphone. Menyandang status bujang lapuk selama 20 tahun belakangan dihadapinya dengan santai, hingga kawan-kawannya menantang Richard untuk menggandeng pasangan ke acara kondangan di pekan berikutnya.

Menggunakan aplikasi biro jodoh online hingga dating apps tentu bukan hal baru bagi pengguna ponsel pintar di kota-kota besar. Sama halnya dengan Tinder, OkCupid, maupun Grindr, Richard menemukan wanita idaman sebagai calon pasangan kencannya lewat sentuhan layar smartphone. Di Love for Sale kali ini, aplikasi yang digunakan Richard bisa Anda dapati lewat pranala http://loveinc.id/. Sayangnya, situs tersebut tak akan menghadirkan jodoh seketika, namun sekedar menjadi lucu-lucuan lewat kuis interaktif yang bisa Anda lakoni dalam waktu singkat untuk mementukan jomblo jenis apakah diri Anda.

Dalam Love for Sale, sosok Richard akhirnya menemukan Arini, diperankan dengan manis oleh pendatang baru Della Dartyan, perempuan berusia 24 tahun yang dikontrak selama 45 hari sebagai pacar sewaan. Della yang baru pertama kali bermain di layar lebar setelah menjadi finalis ajang pemilihan ratu kecantikan Putri Indonesia tahun 2013 tersebut berhasil menghadirkan sosok wanita cantik dengan perawakan jangkung yang perlahan membuat Richard jatuh hati. Kemampuan memasak dan pengetahuan tentang bola semakin menegaskan sosok wanita idaman Richard, meski mengamini stereotype wanita idaman ketimuran yang jago melayani lelaki.

Menariknya, selain pandai memasak dan memiliki senyuman manis, sosok Arini juga digambarkan berani mengambil insiatif kala bercinta, berbeda dengan karakter wanita Asia yang cenderung pasif di ranjang. Della dengan luwes mampu mengeluarkan gestur, tatapan mata, hingga senyuman khas wanita yang sedang jatuh cinta, namun juga misterius, penuh teka-teki, dan tak ragu mengambil keputusan berani. Richard, sebaliknya, digambarkan jauh dari pemeran utama pria yang serba sempurna, tampan, dan atletis dalam film-film Indonesia lainnya seperti Jefri Nichol, Adipati Dolken, Reza Rahadian, hingga Chico Jericho dan Rio Dewanto dalam Filosofi Kopi.

Akhir film yang dibuat menggantung seakan bertanya kepada penonton, akankah jomblo yang tak peduli penampilan, bossy, dan cenderung misoginis –lewat tindakannya menegur karyawan lpria yang terlambat, tapi tidak pada karyawan wanita– seperti Richard menemukan cinta sejati?

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR