Awas! Ancaman Infeksi Menular Seksual Kembali Mengintai

Awas! Ancaman Infeksi Menular Seksual Kembali Mengintai

4
0
BAGIKAN

Sexual-Transmitted Infections (STI) seperti Gonorrhea, Syphillis, dan Chlamydia  seharusnya sudah lama tak terdengar di telinga kita. Karena memang umat manusia berhasil membendung laju penyakit tersebut dengan teknologi pengobatan modern dan deteksi dini. Tapi baru-baru ini di Amerika Serikat, masyarakat dikejutkan dengan pemberitaan bahwa penyakit-penyakit di masa lalu ini bergentayangan sekali lagi.

Kasus infeksi Gonorrhea dilaporkan meningkat sebanyak 20% dari tahun 2015 hingga tahun 2016. Demikian pula dengan  infeksi Chlamydia yang mengalami lonjakan sebanyak 5%. Sedangkan penyakit Syphillis yang sempat tidak terdengar lagi seakan melompat naik dari kuburnya dengan jumlah angka kasus sebanyak 18 persen. Korban STIs tidak pandang bulu, baik laki-laki maupun perempuan sama-sama memiliki resiko yang sama. Tapi yang mengejutkan, bahkan saat ini penderita penyakit ini justru berasal dari kalangan remaja.

.3505 Awas! Ancaman Infeksi Menular Seksual Kembali Mengintai (A)                                                                                

Jadi apa yang menyebabkan kembalinya infeksi menular seksual ini? Guttmacher Institute, yaitu institut pendidikan yang khusus bergerak di bidang kesehatan reproduksi mengatakan bahwa penyebab utama dari fenomena ini adalah terbatasnya akses masyarakat modern terhadap sex education. Di Amerika Serikat sendiri hanya ada sekitar 24 sekolah yang benar-benar menerapkan pendidikan seks pada murid-muridnya, materi yang diberikan mengenai penyakit menular seksual pun hanya sebatas HIV dan HPV sedangkan STIs hampir tidak pernah disinggung.

Faktor kedua adalah karena penggunaan alat kontrasepsi, terutama IUD. Banyak perempuan yang menggunakan IUD justru enggan meminta pasangannya untuk mengenakan kondom. Alasannya, mereka tidak perlu khawatir karena mereka hampir tidak akan hamil berkat alat KB spiral yang ditanamkan dalam tubuh mereka. Well, sayangnya mereka lupa bahwa IUD tidak dapat membantu mencegah mereka terkena infeksi kelamin.

.3505 Awas! Ancaman Infeksi Menular Seksual Kembali Mengintai (B)

Next, tren casual sex atau berganti-ganti pasangan seks melalui aplikasi kencan menduduki peringkat ketiga. Ketika Anda memutuskan untuk berhubungan seks dengan seseorang yang tidak benar-benar Anda kenal, Anda tidak akan mengetahui riwayat kesehatan reproduksinya. Most probably, pasangan seks Anda pun tak akan memberitahu Anda bahwa ia mengidap STI.

Faktor terakhir adalah, STIs dapat diobati dengan antibiotik. Akibatnya banyak perempuan yang cenderung menganggap remeh masalah ini. Padahal, keterlambatan penanganan Gonorrhea dan Chlamydia dapat mengakibatkan komplikasi berupa radang panggul atau Pelvic Inflammatory Disease. Dampak dari radang tersebut dapat mengakibatkan kehamilan ektopik, rasa nyeri kronis pada bagian panggul, bahkan kemandulan. Sedangkan penyakit Syphillis dapat mengakibatkan gangguan syaraf seperti kejang-kejang hingga depresi.

Moreover, ada indikasi bahwa virus penyebab Gonorrhea sudah mulai kebal terhadap pengobatan antibiotik. Sehingga saat ini para ilmuwan kedokteran berlomba dengan waktu untuk menemukan solusi pengobatan lain. Paling tidak, Ladies wajib melindungi diri Anda sendiri dengan cara yang paling sederhana. Setiap Anda akan melakukan hubungan seksual, mintalah pada pasangan Anda untuk mengenakan kondom.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR