Freelance vs Remote Working, Mana yang Terbaik untuk Anda?

Freelance vs Remote Working, Mana yang Terbaik untuk Anda?

13
0
BAGIKAN

Berkarir di era modern saat ini tentu tidak terbatas dengan ruang dan waktu. Siapa bilang Anda masih harus mengikuti standar klasik untuk bekerja yakni berpakaian bisnis dan ngantor di gedung-gedung tinggi? Beberapa bidang pekerjaan bahkan menawarkan fleksibilitas dalam berkarya melalui freelance maupun remote working. Sebenarnya apa sih perbedaan keduanya dan manakah yang terbaik untuk diri Anda?

Ladies, bagi sebagian besar orang, terutama yang masih mendewakan pekerjaan tetap 8-to-5 di instansi-instansi ternama, keduanya nampak sama tak pastinya bagi masa depan karir. Faktanya, remote working atau yang banyak disebut juga sebagai telecommuting juga merupakan pekerjaan tetap namun tak mengharuskan kehadiran fisik Anda di kantor. Home-based work semacam itu bisa saja berdasarkan kontrak maupun jabatan permanen.

Freelance job, sebaliknya, memungkinkan Anda untuk bekerja tanpa adanya keterlibatan resmi sebagai karyawan sepenuhnya. Pekerjaan yang satu ini biasanya berdasarkan kontrak dan akan berakhir begitu proyek selesai Anda kerjakan. Freelance maupun remote working memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing yang bisa disesuaikan dengan kepribadian dan kenyamanan Anda dalam berkarya.

Salah satu kelebihan utama remote working yang cukup menggoda banyak orang untuk melakukannya ialah tidak adanya keperluan untuk commuting dari tempat tinggal ke kantor. Anda tak perlu mengeluarkan uang transportasi untuk kendaraan pribadi maupun public transport. Di kota-kota besar seperti Jakarta atau New York, misalnya, commuting merupakan salah satu hal menyebalkan dalam rutinitas bekerja sehari-hari. Remote working dapat membebaskan Anda dari waktu dan uang transportasi yang harus Anda anggarkan setiap berangkat dan pulang bekerja.

3467 b

Tidak adanya jam kerja pasti juga akan mempermudah Anda untuk mengatur rutinitas harian. Anda bisa bekerja di sela jadwal mengurus pekerjaan rumah maupun beristirahat. Anda bahkan bisa tetap mencicil bekerja di kamar ketika sakit atau tak enak badan karena tak perlu capek berkendara ke kantor. Sayangnya, beberapa orang kurang sesuai dengan remote working karena kurangnya interaksi sosial dengan sesama rekan kerja yang hanya akan didapatkan saat bekerja tetap di kantor. Anda juga akan bergantung sepenuhnya pada teknologi seperti komputer jinjing hingga koneksi Internet untuk terhubung dengan kantor pusat. Pekerjaan semacam itu juga membutuhkan motivasi diri yang kuat agar Anda tidak mudah terdistraksi dengan hal di luar pekerjaan.

Freelance working, sebaliknya, memberikan Anda kebebasan untuk memilih klien dan jenis proyek yang ingin Anda kerjakan. Anda tidak terbatas untuk bekerja pada 1 perusahaan saja karena Anda merupakan seorang pekerja lepas. Tentu saja, Anda juga bisa mengatur jadwal dan tempat bekerja sesukanya. Anda bisa menulis atau menggarap pesanan desain di kafe kesayangan maupun pantai terpencil, asalkan Anda membawa serta peralatan tempur wajib seperti komputer jinjing dan koneksi Internet. Sayangnya, ketersediaan proyek akan berubah dari waktu ke waktu sehingga Anda harus cerdas mengatur pengeluaran dan pemasukan agar dapat bertahan hidup.

Jadi, Vems, tipe pekerjaan non-kantoran manakah yang paling sesuai dan memungkinkan untuk Anda lakukan saat ini?

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR