Ilusi Mengintai di Balik Iming-iming Naik Jabatan

Ilusi Mengintai di Balik Iming-iming Naik Jabatan

11
0
BAGIKAN

Bekerja merupakan salah satu hal yang dapat Anda lakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus wujud aktualisasi diri. Selain mendapat gaji dan pengalaman, naik jabatan juga merupakan bonus menarik yang bisa Anda rasakan selama bekerja. Ketika kualitas pekerjaan Anda sesuai bahkan melebihi target, bersiaplah mendapatkan kenaikan pangkat di kantor. Sayangnya, tahukah Anda bahwa ada beberapa hal yang sering melenakan para pekerja setelah naik jabatan?

Setalah menjadi karyawan entry level selama beberapa saat, kinerja Anda kemudian dilirik atasan karena terbilang cemerlang. Begitu mendapat kabar kenaikan jabatan, tak jarang para pekerja yang merasa lega karena akan segera terbebas dari beban kerja selama ini. Faktanya, Vems, transisi di dunia kerja tidaklah berjalan semulus yang Anda kira. Terdapat beberapa alasan Anda memperoleh kenaikan pangkat, mulai dari performa kerja yang terus membaik dan membuat Anda dianggap layak naik jabatan, hingga keluarnya seseorang yang berada di posisi atas dalam di perusahaan. Apapun alasannya, jangan tergesa say goodbye dengan tumpukan pekerjaan lama Anda ya, Ladies. Selagi menyelami masa transisi, Anda bisa belajar banyak dari pemegang jabatan Anda sebelumnya bukan?

Hati-hati ya, Vems, kebanggaan yang Anda rasakan setelah naik jabatan bisa menjadi bumerang dan menumbuhkan benih arogan dalam hati. Terbukti menunjukkan kinerja terbaik selama ini, Anda kemudian merasa menjadi orang terpenting dan terbaik di perusahaan. Sikap semacam itu tak hanya membuat Anda lengah dan cenderung kurang fokus dalam pekerjaan, tetapi juga mengundang rasa iri dan jengkel dari sesama rekan kerja. Sebaliknya, jalani saja posisi baru Anda kali ini dengan penuh kejujuran dan kemauan belajar tinggi. jangan lupa bahwa performa terbaik Anda selama ini bisa jadi bisa terwujud berkat kerjasama dan bantuan dari karyawan yang lain juga.

Setelah mengubah nama jabatan profesional dalam berbagai akun jobhunting dan media sosial lainnya, Ladies mungkin akan mendapat panggilan bertubi-tubi dari perekrut dan HRD perusahaan lain yang menawarkan posisi baru kepada Anda. Hal tersebut tentu wajar saja terjadi karena para perekrut dan HRD tersebut tengah melakukan pekerjaan mereka, yakni mencari kandidat karyawan ideal bagi perusahaan mereka. Tentu saja, jangan tergoda dengan tawaran yang datang dan fokuslah kepada jabatan baru Anda saat ini. Selain akan menghabiskan waktu dan perhatian Anda untuk meladeni tawaran pekerjaan di tempat baru, kantor Anda saat ini bisa jadi akan menilai Anda tidak kredibel dengan kenaikan jabatan bahkan kesempatan bekerja di sana. Maksimalkan kinerja Anda di jabatan dan perusahaan saat ini selama setidaknya 6 bulan, sebelum mempertimbangkan berpindah ke kantor baru.

Bukan hal asing lagi bagi pekerja bahwa promosi senantiasa dikaitkan dengan kenaikan gaji. Tak ada salahnya untuk menaikkan standar hidup apalagi memanjakan diri sendiri sesekali. Membeli sepatu idaman atau memulai mencicil kredit hunian memang tidak keliru, selama Anda masih bisa menyeimbangkan pengeluaran dengan kenaikan gaji. Jangan sampai Anda menghambur-hamburkan kenaikan gaji yang tak seberapa dan kehilangan kesempatan untuk menabung, apalagi berujung tekor dan tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup Anda sehari-hari karena sibuk berfoya-foya tanpa kontrol.

Semoga Anda bisa menyikapi kenaikan jabatan kali ini dengan bijak dan dewasa ya, Vems!

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR