Cinderella Diet, Tren Diet Sehat atau Bawa Petaka?

Cinderella Diet, Tren Diet Sehat atau Bawa Petaka?

10
0
BAGIKAN

Ladies pastinya familiar dengan kisah Cinderella, kan? Cerita si Upik Abu yang berhasil lepas dari siksaan ibu dan saudara tirinya dan meraih kebahagiaan bersama sang pangeran sampai sekarang pun masih sering membuat kita swooning. Di masa kecil, kita bahkan ingin menjadi seperti Cinderella, yaitu memiliki sepasang mata biru, rambut pirang yang panjang dan indah, serta lingkar pinggang yang mungil menggemaskan.

Seiring dengan usia dan pola pikir Anda yang semakin dewasa, at this point Anda sudah bisa membedakan mana hal berbau fantasi dengan hal-hal realita. Dari sana Anda pasti juga sudah menyadari bahwa proporsi tubuh yang dimiliki oleh Cinderella adalah proporsi tubuh yang mustahil dimiliki oleh seorang perempuan di kehidupan nyata. Ironisnya, beberapa perempuan di Jepang justru menciptakan tren diet berdasarkan bentuk tubuh Cinderella yang unrealistic dan melabeli diet tersebut dengan nama “Cinderella Diet”.                                                         .3457 Cinderella Diet, Tren Diet Sehat atau Bawa Petaka (A)

Basically, Cinderella Diet adalah jenis diet ekstrim yang ditujukan agar Anda mendapatkan lingkar pinggang yang hampir sama dengan tokoh karakter Cinderella. Tren ini jadi tren diet yang booming di Jepang melalui media sosial. Untuk menemukan ukuran berat yang sesuai untuk Anda dalam diet ini, Anda harus mengukur tinggi badan Anda dalam hitungan meter dan kemudian mengkalikan angka tersebut dengan angka 18. Hasil dari perkalian tersebutlah yang jadi standar diet yang harus dipenuhi.

Tak pelak tren diet ini memancing berbagai macam reaksi, tak hanya dari publik Jepang tapi juga dari dunia internasional. Beberapa pihak menilai bahwa hasil perhitungan diet ini mempromosikan berat badan yang jauh di bawah standar normal skala BMI dan berpotensi mengakibatkan nyawa pelaku diet terancam. Diet Cinderella juga dinilai mempromosikan false beauty standards yang kemudian mengakibatkan para generasi muda berisiko besar terkena eating disorder yaitu anorexia nervosa.

.3457 Cinderella Diet, Tren Diet Sehat atau Bawa Petaka (B)

Di sisi lain, banyak orang menganggap bahwa tidak ada yang salah dengan diet ini, dan menganggap reaksi media sangat berlebihan. Lagipula, cukup banyak lho perempuan yang memang terlahir kurus dan mereka sehat-sehat saja. Tapi argumen tersebut langsung dipatahkan oleh para ahli nutrisi. Para ahli nutrisi tersebut mengatakan bahwa walaupun orang yang memang secara genetik terlahir dengan kondisi badan kurus tak akan mengalami dampak yang merugikan, kebanyakan orang harus mengorbankan kesehatan tubuhnya untuk mendapatkan berat badan yang sama. Itulah kenapa Cinderella Diet sama sekali tidak disarankan untuk siapapun.

Daripada melakukan diet agar terlihat seperti karakter fantasi yang sudah jelas-jelas tak nyata, bukankah lebih baik berdiet dengan tujuan meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup? Setuju, Vems?

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR