Bioskop Mini, Alternatif bagi Penikmat Sinema di Ibukota

Bioskop Mini, Alternatif bagi Penikmat Sinema di Ibukota

33
0
BAGIKAN

Menonton film sudah menjadi alternatif hiburan bagi kaum urban. Mulai usia dewasa hingga remaja, semua orang berbondong-bondong mendatangi bioskop terdekat untuk menyaksikan film layar lebar. Beragam pilihan bioskop komersial telah tersedia di Jakarta, seperti XXI, Cinemaxx, hingga yang baru-baru ini kian populer, CGV. Namun tahukah Anda bahwa terdapat alternatif lainnya untuk merasakan pengalaman sinematografi yang berbeda di Ibukota?

Sama halnya dengan musik dan produk budaya indie lainnya, bioskop indie telah lama menjamur di Jakarta. Selain dikonsep dengan desain interior dan metode penanyangan unik, bioskop mini nan indie bersifat privat dan tak terlalu populer dibandingkan bioskop komersil pada umumnya. Di bioskop mini tersebut, Anda bisa mengajak rekan terdekat atau orang terkasih untuk menikmati akhir pekan, hingga lokasi ideal untuk nonton bareng dan diskusi film bersama komunitas.

Berbeda dengan bioskop komersil yang hanya menayangkan film terbaru, di bioskop mini Anda bisa menikmati koleksi sinema lawas koleksi pengelola maupun film khusus yang sedang menjadi tema diskusi. Suasananya juga dijamin lebih nyaman karena kapasitas penonton yang lebih sedikit serta adanya reservasi terlebih dahulu. Harga tiket nonton pun lebih murah karena menggunakan sistem borongan, bukan tiket per individu seperti di bioskop besar.

Terletak di Dharmawangsa Square, Subtitle merupakan bioskop mini yang terdiri dari 3 studio dengan kapasitas masing-masing 8 orang. Uniknya, terdapat juga 1 studio khusus yang hanya bisa digunakan untuk nonton berdua. Bioskop yang terletak di area basement menayangkan film dari koleksi 4.000 DVD lebih yang bisa bebas Anda pilih. Cukup rogoh kocek sebesar 75 hingga 100 ribu Rupiah untuk menikmati sensasi bioskop pribadi.

Di kawasan Jawa Barat yang tak terlalu jauh dari Ibukota, tepatnya di Depok, terdapat bioskop mini PIX yang berlokasi di Margo City. Bioskop mini yang merupakan cabang dari Subtitle tersebut juga menawarkan koleksi DVD berlimpah yang bisa Anda nikmati sesuka hati. Kapasitas studio di PIX bahkan sedikit lebih banyak dari Subtitle karena bisa menampung hingga 10 pengunjung.

Berlokasi di Taman Ismail Marzuki, Kineforum merupakan bioskop mini yang bekerja sama dengan bioskop komersil XXI. Bioskop yang dikelola oleh Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) tersebut mematok biaya donasi sebesar 15 ribu Rupiah untuk setiap pengunjung yang tertarik menyaksikan film lokal maupun mancanegara. Suasananya mirip studio komersil di XXI namun dengan kapasitas hingga 40 penonton saja. Jam tayangnya pun terbatas pada pukul 2 siang, 5 sore, serta 7 malam.

Sentuhan unik bioskop mini bisa Anda rasakan sendiri di Paviliun 28, yakni bioskop mini di kawasan Kebayoran Baru yang mengusung tagline “kulinari sinema.” Sembari menanti pemutaran film di tiap studio berkapasitas 30 orang di sana, Anda bisa mencicipi kudapan, minuman ringan, hingga jamu tradisional yang dijual di lobi bioskop. Menariknya, Anda juga bisa membawa sendiri film untuk diputar di bioskop mini yang juga memiliki ruang pamer dan butik.

Di Grand Indonesia, Galeri Indonesia Kaya menjadi bioskop mini yang tak hanya menayangkan film layar lebar, tapi juga penampilan seni musik, pertunjukan, atau tarian. Nah, untuk suasana bioskop rumahan bisa Anda jajal di Kinosaurus yang berada di Jalan Kemang Raya. Bioskop mini di belakang toko buku Ak.sa.ra ini juga menghadirkan kursi santai, bantal empuk, hingga coffee shop.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR