Ladies, Ini Rahasia di Balik Glorifikasi Selaput Dara Wanita

Ladies, Ini Rahasia di Balik Glorifikasi Selaput Dara Wanita

397
0
BAGIKAN

Ladies, seberapa banyak Anda mengetahui seluk-beluk selaput dara hingga ke sudut-sudut tergelap? Sebagai salah satu bagian tubuh, tentunya Anda harus mengetahui kinerja serta hal-hal umum mengenai fungsi vagina Anda, seperti adanya lubang uretra untuk buang air kecil, lubang vagina untuk mengeluarkan darah menstruasi dan melahirkan bayi secara normal, hingga hymen. Hymen atau selaput dara selama ini berada dalam batasan antara fakta ilmiah hingga mitos. Di beberapa kebudayaan, keberadaan hymen diagungkan sebagai harta berharga wanita dan harus dijaga sebelum menikah.

Setiap wanita memiliki ukuran dan bentuk hymen yang unik dan berbeda satu sama lain. Berbeda dengan mitos yang selama ini banyak beredar di masyarakat, hymen sama sekali bukanlah selaput atau lapisan tipis yang hanya bisa sobek setelah berhubungan seksual untuk pertama kalinya. Tahukah Anda, Vems, hymen hanyalah jaringan tipis yang berlubang dan terletak antara 1 hingga 2 sentimeter di dalam liang vagina. Faktanya, hymen sama sekali tidak memiliki fungsi apapun bagi tubuh wanita, selain menjadi bagian dari glorifikasi status keperawanan yang salah-kaprah.

Faktanya, sebagian besar wanita memiliki celah hymen sehingga sobeknya hymen akibat aktivitas seksual merupakan suatu anggapan yang keliru. Ketika bercinta maupun melakukan aktivitas seksual lainnya seperti masturbasi atau seks oral, hymen atau selaput dara bisa saja sobek akibat mengalami pelebaran. Sobeknya hymen hingga berdarah ketika berhubungan seksual rupanya bukanlah hal yang wajar karena hal tersebut disebabkan adanya sobekan di sisi kanan dan kiri hymen.

Sobekan yang sama juga bisa terjadi Anda melakukan aktivitas fisik atau olahraga seperti bersepeda maupun akibat cedera di bagian panggul. Beberapa wanita memiliki hymen tanpa adanya lubang atau bahkan tidak memiliki hymen sama sekali. Hal tersebut terbilang normal karena ragam bentuk hymen merupakan bagian dari variasi genetik antar individu.

Artinya, Vems, sudah saatnya mitos keperawanan dihapuskan dari identitas seorang wanita karena adanya variasi dari hymen itu sendiri. Istilah melepas keperawanan atau cherry popping tentunya merupakan pandangan patriarkis nan seksis yang tak ada kaitannya dengan kondisi fisik hymen setiap wanita. Tak selamanya Anda akan merasa kesakitan ketika pertama kali bercinta, terutama ketika seks dilakukan dengan aman, penuh consent, serta pelan dan berhati-hati tanpa adanya paksaan sehingga hymen tak perlu meregang apalagi sobek secara paksa.

Karena hymen tak serta-merta sobek, rusak, apalagi hilang setelah bercinta ataupun melakukan aktivitas seksual lainnya, virginity test menjadi suatu hal yang tidak valid untuk dilakukan, misalnya pada tahap seleksi masuk militer ataupun untuk kebutuhan pemeriksaan fisik lainnya. Beberapa wanita memiliki hymen tipis, sedangkan sisanya memiliki hymen elastis atau bahkan tidak memiliki hymen sama sekali, sehingga keberadaan selaput dara tak perlu dipermasalahkan.

Hymen secara umum memiliki warna merah jambu hingga merah pekat, tergantung pada kondisi fisik dan hormonal wanita. Beberapa wanita yang aktif secara seksual atau pernah melahirkan secara normal masih memiliki sisa lapisan hymen di antara bibir vagina, atau bahkan tidak ada sama sekali sejak sebelum pertama kali melakukan aktivitas seksual. Uniknya, beberapa wanita terlahir dengan hymen tebal sehingga terasa sakit setiap kali terjadi penetrasi. Ketika rasa sakit tak tertahankan lagi, Anda bisa berkonsultasi ke dokter obgyn.

Semoga Anda kini lebih mengenali hymen alias sang selaput dara ya, Vems!

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR