Wisata Kuliner Tersembunyi di Sudut Jalanan Korea Selatan

Wisata Kuliner Tersembunyi di Sudut Jalanan Korea Selatan

103
0
BAGIKAN

Daya tarik pariwisata Korea Selatan yang terkenal selama ini mungkin ialah destinasi wisata belanja produk kecantikan khas Korea, wisata alam, kuil dan bangunan bersejarah, hingga mengunjungi lokasi syuting drama Korea yang mendunia. Di antara resto elit dan rumah makan mewah di kawasan bisnis terkenal, terdapat sudut-sudut jalanan di Korea Selatan yang tak boleh ketinggalan Anda jelajahi untuk mencicipi eksotisme makanan khas Korea.

Gwanghwamun Jip, misalnya, terletak di sudut jalanan tersembunyi namun dengan papan nama biru pudar yang menjadi saksi sejarah panjang resto yang dibuka sejak tahun 1950 dan hampir selalu padat saat jam makan siang ini. Selain rumah makan yang terkenal dengan gurita goreng, sup pasta kedelai, hingga sup kimchi andalannya tersebut, Anda juga bisa menemukan berbagai kedai terpencil atau hole-in-the-wall restaurants untuk merasakan sendiri wisata gastronomi otentik Korea Selatan. Sama halnya dengan Gwanghwamun Jip, berbagai resto tersembunyi tersebut juga hampir tidak menggunakan MSG sama sekali.

Di kota-kota Korea Selatan, aneka resto lokal favorit yang seringkali dilewatkan para wisatawan asing tersebut biasanya merupakan bisnis keluarga turun-temurun, bahkan tak jarang yang dikelola oleh nenek-nenek. Tak hanya mempertahankan keaslian citarasa, berbagai resto tersebut seringkali hanya menerima pembayaran uang tunai serta memberikan pelayanan apa adanya, yang tentunya akan melunak apabila turis asing seperti Anda tak segan menggunakan beberapa kosakata setempat.

Di kawasan 12 Saemunan-ro 5-gil, Jongno-gu, Seoul, terdapat rumah makan Eulmildae yang menyajikan hidangan naengmyun atau mi gandum dengan kuah kaldu sapi dingin khas Korea Utara. Masih di Seoul, resto Kangsan Myeonok di 24 Soongmun-gil Mapo-gu yang ebrdiri sejak tahun 1951 juga terkenal dengan sajian khas Korea Utara berupa naengmyun maupun galbi-jjim, semur iga sapi lunak dengan saus marinade manis.

Sajian daging sapi masih menjadi andalan di resto Hadongkwan di 27-8 Gyodong-gil, Jung-gu, Daegu, dengan aneka olahan daging sapi seperti suyuk atau daging sapi rebus dan gomtang atau sup tulang. Disajikan dalam porsi reguler maupun ekstra besar, sajian sup hadir dengan hidangan pelengkap berupa kimchi dengan citarasa bawang putih.

Fatty House atau kedai lemak merupakan arti harfiah dari resto Ddoongbo Jip di 12 Myeongdong 9-gil, Jung-gu, Seoul. Di tempat makan yang satu ini, Vems, Anda akan dimanjakan dengan jjukumi atau olahan salah satu spesies gurita, webfoot octopus, yang dibakar dengan arang tepat di samping pintu masuk, membuat siapa saja yang lewat tak sabar untuk mampir dan turut bersantap. Gurita bakar tersebut dihidangkan bersama sekeranjang sayuran, saus kedelai, dan semangkuk sup yang berbeda jenis setiap harinya. Ladies yang kurang menyukai olahan laut bisa memilih bossam atau olahan perut babi berbalut kimchi dan rokbin atau pancake udang goreng kering.

Sebagai salah satu resto terpencil di Korea Selatan yang banyak digemari, Golmok Bunshik rupanya terletak cukup tersembunyi di basement di 3 Jungang-daero 41beon-gil, Jung-gu, Busan. Rumah makan berusia 30 tahunan tersebut menyajikan berbagai variasi ramyeon atau mi instan ala Korea dengan saus pedas serta taburan biji wijenan biji mentimun. Di sini, Anda bosa menikmati aneka kreasi ramyeon sambil membaca koleksi komik-komik vintage milik sepasang manula yang mengelola tempat ini.

Nah, Vems, siapa bilang resto terkenal dan otentik di Korea Selatan hanya bisa ditemukan di pusat perbelanjaan mewah dan distrik bisnis ternama?

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR