Ivy Angerman; Kisah Balita yang Harus Hidup Tanpa Air

Ivy Angerman; Kisah Balita yang Harus Hidup Tanpa Air

14
0
BAGIKAN

Air adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan. Kita menggunakan air untuk berbagai macam hal, mulai dari untuk keperluan memasak, mandi, maupun keperluan lainnya seperti olahraga. Sehingga hampir mustahil jika ada manusia di muka bumi ini yang justru menghindari air. Dan ternyata faktanya, ada lho orang yang bahkan harus menghindari air seumur hidupnya karena alergi.

Kenalan yuk dengan si manis Ivy Angerman. Balita asal kota Minnesota di Amerika Serikat ini mengidap sindrom alergi langka, yang kabarnya hanya menyerang 1 dari 50 orang dari seluruh populasi manusia di dunia. Alergi tersebut disebut dengan Aquagenic Urticaria, yaitu jenis alergi yang mengakibatkan penderitanya terkena ruam-ruam merah yang gatal di area kulitnya akibat terkena kontak dengan air. Parahnya tidak hanya air mandi saja, ruam merah tersebut juga muncul jika si kecil Ivy menangis atau bahkan berkeringat. Terbayang kan seberapa menderitanya balita kecil ini?

.3430 Ivy Angerman; Kisah Balita yang Harus Hidup Tanpa Air (A)

Dikarenakan angka kejadian yang langka, sampai sekarang pihak medis masih belum tahu pasti hal apa yang jadi pemicu terjadinya alergi air ini. Begitu juga dengan cara mengobati agar alergi ini tidak muncul kembali. Beberapa health experts mencurigai bahwa reaksi alergi tersebut tidak muncul gara-gara kontak dengan air melainkan dengan kandungan kimia yang terdapat di dalam air tersebut, contohnya adalah chlorine.

Teori lainnya mengemukakan bahwa bisa jadi alergi air ini disebabkan gara-gara adanya substansi di dalam tubuh yang memproduksi racun, sehingga mengakibatkan munculnya ruam merah saat terkena kontak dengan air. Tapi sampai sekarang tak ada yang tahu pasti penyebabnya. Yang artinya treatment untuk mengatasi alergi air yang dialami Ivy pun masih sangat terbatas.

.3430 Ivy Angerman; Kisah Balita yang Harus Hidup Tanpa Air (B)

Untuk saat ini, treatments terhadap penderita alergi hanya ada 2 jenis. Yaitu dengan menggunakan salep histamine untuk membantu meringankan gatal-gatal, terapi ultraviolet B atau yang disebut dengan phototherapy, dan krim yang berguna untuk melapisi kulit dan bertindak sebagai pemisah antara kulit dan air.

Untuk kasus Ivy, dokter yang menangani kasus ini menyarankan agar Ivy sekeluarga pindah ke rumah dengan sistem central air conditioning  dan juga memandikan Ivy dengan menggunakan air yang sudah dimurnikan untuk membantu mencegah kemungkinan munculnya reaksi alergi.

Wah, kita harus banyak-banyak bersyukur nih Vems! Karena kita masih bisa mandi, berhujan-hujanan di bawah air tanpa perlu khawatir dengan reaksi gatal-gatal yang pastinya membuat Anda merasa tak nyaman.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR