Seek Refuge, Inspirasi Busana dari Wanita Muslim Imigran

Seek Refuge, Inspirasi Busana dari Wanita Muslim Imigran

10
0
BAGIKAN

Seek Refuge menjadi merk modest streetwear pertama bagi wanita muslim. Shazia Ijaz, sang pendiri, merupakan wanita Pakistan-Amerika yang berasal dari Dearborn, Michigan, kawasan yang dianggapnya sebagai episentrum komunitas muslim di Amerika Serikat. Lebih dari 0% penghuni kota tersebut dihuni oleh keturunan Arab. Berjalanlah di sepanjang Warren Avenue dan Anda akan menjumpai perayaan dan perwujudan budaya Islam sehari-sehari. Sebut saja sudut kota seperti Toko Roti Shatila yang menjual kudapan favorit lokal berupa baklava walnut berbalur madu.

Berbeda dengan mayoritas kawasan di Amerika Serikat, iklim multi etnis dan agama yang kondusif dan dinamis di tempat tinggalnya menunjukkan bahwa komunitas muslim masih mendapat tempat di jantung hati Amerika Serikat. Hal itulah yang kemudian menginspirasi Shazia Ijaz untuk meluncurkan lini busana streetwear pertama bagi wanita muslim. bertajuk Seek Refuge, fashion brand yang bekerja sama dengan Indiegogo tersebut memiliki misi untuk menunjukkan dukungan dan representasi bagi wanita muslim, khususnya wanita muslim milenial seperti dirinya sendiri.

Fashion label yang berbasis di Bay Area tersebut lahir dengan hasrat utama untuk mewujudkan busana modest yang juga sekaligus terlihat tak jauh beda dengan seragam jaket kulit hitam dan skinny jeans yang dikenakan Shazia Ijaz saat bekerja di Poshmark. Sejarah menuturkan bahwa modest clothing bagi wanita muslim selalu kental dengan unsur feminin. Sebut saja gaun bercorak bebungaan yang menyapu lantai atau overcoat bernuansa formal. Hingga hari ini, dirinya terinspirasi dari wanita secara umum yang ingin tampil modest dengan menutup sekujur kakinya namun membiarkan kepalanya tak tertutup hijab bak wanita muslim. Gagasan tersebut baginya dapat menjadi sangat girly, meski hijab masih menjadi identitas klasik bagi wanita yang mengekspresikan budaya Islam.
3391 a Seek Refuge, Inspirasi Busana dari Wanita Muslim Imigran

Sejumlah fashion items selanjutnya akan diluncurkan dalam debut Seek Refuge kali ini. Pertama, terdapat oversize graphic tee seharga US$30 dalam edisi hitam atau putih yang dipromosikan oleh seorang wanita muslim yang mengenakan kameez warna jingga kunyit berlatar gedung-gedung San Fransisco. Selanjutnya terdapat light denim jacket seharga US$100 yang berpotongan panjang dan longgar dan berhiaskan aksara Arab. Tulisan Arab tersebut sejatinya merupakan puisi karya seorang imigran Syria yang mengandung istilah seek refuge di dalamnya. Sweatshirt No Nazr berwarna hitam dibanderol seharga US$60 dan menyerupai tudung yang tentunya kental akan ajaran Islam. No Nazr sendiri bermakna menjauhkan tatapan iblis dan bersikap rendah hati sekaligus pnuh syukur.

Melalui medium streetwear, Sharia Ijaz berkomitmen membantu dan memberikan dukungan kepada para imigran, wanita, dan umat muslim pada umumnya. ketiga kelompok tersebut menurutnya memiliki posisi rentan di masyarakat sejak Pemilu Amerika Serikat tahun 2016. Dengan lini busana bertajuk Seek Refuge yang juga muncul dalam kitab suci Al Qur’an tersebut, dirinya ingin menciptakan ruang aman bagi masyarakat untuk seek refuge. 10% pendapatan yang diperolehnya bahkan akan disumbangkan kepada Humanity First, organisasi non-profit yang membiayai 2 sekolah di Jordania. Semoga proyek ambisius tersebut berhasil mengembalikan citra Islam sebagai agama yang penuh damai ya, Vems!

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR