Mengenali Jenis-jenis Toxic Employee dan Tips Menanganinya

Mengenali Jenis-jenis Toxic Employee dan Tips Menanganinya

13
0
BAGIKAN

Ladies, tak semua karyawan yang telah Anda rekrut memiliki kualitas mumpuni. Ada kalanya, Anda memerlukan pekerja dengan kualifikasi tertentu yang jarang ditemukan pada kebanyakan orang. Anda pada akhirnya harus memilih antara kemampuan dan keterampilan kerja ataukah kepribadian seseorang saat merekrut karyawan baru. Sayangnya ada beberapa kepribadian yang bisa meracuni lingkungan kerja apabila dibiarkan begitu saja. Anda tak perlu khawatir, Vems, karena Anda bisa membantu membentuk para karyawan tersebut demi atmosfer kantor yang lebih kondusif.

Karyawan dengan kepribadian hot mess cenderung tidak terorganisir dan mudah terbebani. Mereka biasanya memiliki etos kerja yang pasif dan kurang menyukai perubahan. Pekerja dengan pribadi hot mess lebih menyukai kebiasaan dan tradisi lama dalam melakukan sesuatu, hingga suatu hal penting yang menyokong kebiasaan mereka selama ini terpaksa hilang. Kompetensi unggulan pada orang seperti itu membuat Anda tak bisa memberhentikan mereka begitu saja bukan? Berikan pelatihan ekstra dan rencana pengembangan jangka panjang untuk menyediakan dukungan bagi mereka berubah dan menunju kesuksesan seperti yang Anda harapkan untuk mereka.

Kepribadian slacker pada seorang karyawan akan membuat mereka kekurangan motivasi dan tidak melihat adanya alasan untuk pekerjaan ekstra. Rentan menunjukkan ketidakhadiran, jenis karyawan yang satu ini seringkali tidak bisa memenuhi deadline maupun kurang serius dalam menuntaskan pekerjaan. Seberapa buruk mereka bekerja, mereka menganggap bahwa pekerjaan mereka bukanlah suatu tanggung jawab yang harus dikerjakan dengan sempurna. Pola pikir sedemikian rupa dapat ditangani dengan memberikan penjelasan lengkap mengenai ekspektasi atasan terhadap para pekerja. Ladies bisa sesekali melakukan inspeksi mendadak  maupun memberikan penghargaan ketika karyawan tersebut terlihat menunjukkan kinerja ekstra.

Karyawan berkepribadian martyr cenderung memiliki motivasi yang terlalu tinggi dan melakukan segala hal secara berlebihan. Meski niatnya adalah melakukan yang terbaik bagi perusahaan, performanya justru mengubur jerih payah pekerja lainnya. Dalam proses bekerja, dirinya sendiri justru akan kelelahan dan terbenam dalam upayanya sendiri. Para supervisor dapat menangani karyawan semacam itu dengan mewajibkan pembagian tanggung jawab secara merata. Arahkan mereka untuk mundur dari tugas yang terlalu berat atau bahkan istirahat sesekali. Ladies bisa menerapkan tujuan kelompok, alih-alih membiarkan tiap individu untuk bersaing sendiri-sendiri.

Socialite merupakan kepribadian karyawan yang terlalu bersemangat bersosialisasi dalam setiap kesempatan. Karyawan semacam itu cenderung tidak dewasa dan tidak profesional dalam menyikapi pekerjaan. Mereka senantiasa membuka obrolan hingga mendistraksi pekerja yang rajin sekalipun dan menghambat performa tim. Ladies, atasi perilaku demikian dengan memberikan waktu secukupnya untuk bersosialisasi, misalnya saat jam makan siang. Pertegas aturan saat di kantor dan hal-hal apa saja yang tidak layak dilakukan saat sedang bekerja. Berikanlah kesempatan pada pekerja dengan kepribadian demikian untuk menjadi ujung tombak komunikasi perusahaan dengan klien.

Tipe karyawan sociopath merupakan jenis yang paling berbahaya karena cenderung berisifat manipulative dan gemar merisak sesamanya. Mereka kurang menunjukkan respek kepada atasan dan mengabaikan perasaan sesama rekan kerja. Melanggar peraturan di kantor bagi mereka bukanlah masalah serius. Untuk menangani mereka, ciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan suportif bagi semua pihak, lalu tanggapi komplain setiap pekerja dengan serius.

Semoga Anda bisa meningkatkan kinerja tim di kantor dan menciptakan lingkungan kerja yang ideal ya, Vems!

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR