Di Balik Kematian Sunyi di Hutan Aokigahara

Di Balik Kematian Sunyi di Hutan Aokigahara

27
0
BAGIKAN

Di tepi barat laut Gunung Fuji, terhampar hutan seluas 30 kilometer persegit bernama Aokigahara. Dedaunan dan lantai hutan berlumut tampak begitu tebal akibat lava dingin yang menebal sejak erupsi dahsyat terakhir Gunung Fuji di tahun 864 Masehi. Beberapa kawasan Aokigahara memiliki gua yang dipenuhi es dan populer di kalangan wisatawan sebagai lokasi berkemah atau mendaki.

Sudah menjadi suatu insting naluriah manusia yang tak ingin dilupakan begitu saja setelah tiada. Sayangnya, Vems, beberapa manusia memiliki daya tahan berbeda terhadap masalah hidup yang menghimpit, hingga dipilihlah bunuh diri sebagai jawaban final. Keindahan hutan Aokigahara kemudian dimanfaatkan sekelompok orang di Jepang sebagai tempat untuk menjemput maut.

Hutan gelap nan sunyi tersebut hingga kini dipenuhi mayat-mayat orang yang mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri, overdosis obat, maupun metode bunuh diri lainnya. Sebuah catatan nasional di tahun 2010 menyebutkan adanya 200 upaya bunuh diri. Upaya pencarian dilakukan pemerintah setempat untuk mencari jasad pelaku bunuh diri untuk dikebumikan dengan layak. Jumlah pelaku bunuh diri konon meningkat di bulan Maret, seiring dengan bulan tutup buku di perusahaan-perusahaan Jepang.

Hutan yang dulunya dikenal sebagai tempat hiking dan field trip anak-anak sekolah tersebut kini seringkali digunakan sebagai camping site oleh orang-orang yang bermaksud untuk mengakhiri nyawanya. Jauh sebelum media memberikan blow up terhadap hutan Aokigahara sebagai suicide orest, terdapat tradisi kuni Jepang bertajuk ubasute, yakni anak-anak muda yang meninggalkan orang tua renta atau berpenyakitan agar meninggal sendirian di dalam hutan. Sama halnya dengan lokasi ubasute lainnya di Jepang, hutan Aokigahara konon juga dihantui oleh yurei atau arwah penasaran orang-orang yang ditinggalkan hingga tewas.

Seakan bertekad memperburuk citra Aokigahara, beberapa film layar lebar Hollywood makin menyoroti nama buruk Aokigahara sebagai suicide forest. Sebut saja film The Forest yang dibintangi Natalie Dormer yang memanfaatkan hutan Aokigahara sebagai latar kisah horor berhantu, maupun The Sea of Trees yang dibintangi Matthew McConaughey yang mendapuk hutan tersebut sebagai the perfect place to die. Seakan kedua film tersebut tak cukup sebagai siasat jahat dunia Barat dalam menelanjangi eksotisme Jepang dan mengglamorkan tindakan bunuh diri, baru-baru ini Internet dihebohkan dengan video dari Logan Paul, seorang Youtuber kelas dunia yang bermain-main dengan sosok mayat pelaku bunuh diri yang nyata disorot kamera dalam video sepanjang 15 menit.  

Resesi ekonomi global di tahun 2008 kian memperburuk citra Jepang sebagai negara dengan kematian bunuh diri terbanyak di dunia. Tentu saja pemerintah Jepang tak tinggal diam dan berupaya menghentikan segala bentuk publikasi yang berkaitan dengan bunuh diri di hutan Aokigahara. Sejumlah papan peringatan telah didirikan di sepanjang hutan untuk memperingatkan para pelaku bunuh diri agar mengingat keluarga dan orang terkasih sebelum melakukan hal ekstrem dan mencabut nyawanya sendiri. Tak lupa, tercantum pula nomor telepon suicide prevention hotline untuk dihubungi begitu siapa saja memiliki urgensi untuk bunuh diri.

Apapun masalah hidup yang Anda alami, Vems, jangan jadikan bunuh diri sebagai jalan pintas ya. Masih banyak kesempatan hidup yang layak Anda jalani dan masih banyak orang yang bersedia meluangkan telinga dan bahu untuk meringankan beban Anda.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR