Ini 3 Penyakit yang Sering Mengancam Tentara Perempuan

Ini 3 Penyakit yang Sering Mengancam Tentara Perempuan

62
0
BAGIKAN

Ribuan tahun yang lalu, satu-satunya pihak yang bisa berprofesi sebagai tentara hanyalah kaum pria. Tapi di tahun-tahun sekarang, pemandangan seorang perempuan berseragam tentara dan menyandang senjata sudah bukan lagi pemandangan yang aneh. Di negara adidaya saja sebanyak lebih dari 200,000 perempuan berkecimpung di dalam bidang militer, bahkan banyak di antara mereka yang naik pangkat menjadi jendral dan laksamana.

And while it’s a good thing, ada banyak tantangan yang harus dihadapi begitu Ladies ingin menjadi bagian dari badan pertahanan negara. Dan kita gak cuma bicara soal pandangan dan komentar miring dari rekan-rekan sejawat atau masyarakat awam, tapi juga soal masalah yang berhubungan dengan kesehatan. Apa saja sih health risks yang paling sering dialami oleh perempuan selama masa pengabdiannya di dunia militer?

  • Infeksi Saluran Kencing

Secara struktur anatomi, tahukah Anda kalau kita cenderung lebih berisiko terkena infeksi saluran kencing dibandingkan dengan our counterpart? Masalahnya, saluran kencing (uretra) perempuan lebih pendek dibandingkan dengan pria. Sehingga bakteri yang masuk ke dalam saluran kencing pun bakal jadi lebih mudah mencapai dan menginfeksi ginjal.

Dan masalahnya female soldiers biasanya ditempatkan di wilayah-wilayah yang konflik yang memiliki sistem sanitair yang buruk, kita juga tidak bisa buang air sebebas pria kan? Kondisi seperti itulah yang memaksa banyak tentara perempuan menahan kencing. Which doesn’t make it any better. Ditambah lagi, beberapa tentara yang terinfeksi UTI menolak perawatan sehingga mengakibatkan infeksi pada area pelvis hingga infeksi ginjal.

  • Kekerasan dan Pelecehan Seksual

Penemuan dari U.S Department of Veterans Affairs di tahun 2006 ini sangat memprihatinkan, Vems. Karena diketahui sebanyak seperempat partisipan tentara perempuan mengaku pernah diperkosa dan sebanyak 80 persen pernah mengalami pelecehan seksual.

.3300 Ini Penyakit yang Sering Mengancam Tentara Perempuan (A)

Dan sama seperti hampir semua korban kekerasan seksual, mereka memutuskan untuk tidak melaporkan peristiwa tersebut.PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder),depresi hingga gangguan interaksi sosial hanyalah beberapa dari dampak jangka panjang yang dihadapi para korban. Dan yang lebih menyedihkan lagi, seringkali tindakan seksual tersebut ditujukan semata-mata untuk mengalienasi para tentara perempuan tersebut.

  • Post-Traumatic Stress Disorder

Medan perang adalah tempat yang mana kesehatan mental Anda benar-benar diuji. Kenyataan bahwa saat itu Anda membunuh anggota keluarga seseorang dan bahkan kehilangan teman sejawat tepat di hadapan Anda sudah cukup meninggalkan trauma mendalam, bahkan saat Anda sudah dipulangkan.

Baik tentara pria dan perempuan sama-sama berpotensi terkena PTSD, terutama jika mereka ditugaskan di area-area konflik. Bedanya, jika wujud PTSD pada pria adalah kesulitan dalam mengelola emosi negatif dan rasa marah, perempuan cenderung dirundung oleh anxiety dan menyalahkan diri sendiri.

PTSD tidak hanya bisa menyerang tentara perempuan yang mengalami peristiwa traumatis, tapi juga bisa menghinggapi perempuan yang mengalami cacat permanen akibat perang atau tidak mendapat dukungan sosial yang ia butuhkan.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR