Di Balik Mewahnya Gemerlap Istana Kesultanan Brunei

Di Balik Mewahnya Gemerlap Istana Kesultanan Brunei

6080
0
BAGIKAN

Meski telah menjadi ritual tahunan di Kesultanan Brunei, berjabat tangan dengan para anggota kerajaan merupakan momen istimewa yang selalu dinantikan penduduk setempat. Di penghujung bulan suci Ramadhan, tepatnya pada Hari Raya Idul Fitri, Sultan Brunei sebagai pimpinan Kesultanan Brunei akan mengadakan open house tahunan di kediaman resminya di ibukota Brunei Darussalam, Bandar Seri Begawan. Dalam acara yang berlangsung selama 3 hari berturut-turut tersebut, para pengunjung akan dijamu dengan hidangan khas kerajaan.

Tak ketinggalan, momen open house tersebut juga menjadi kesempatan langka untuk bersalaman secara langsung dengan Sang Sultan serta Permaisuri, bahkan menerima hadiah spesial. Sang Sultan sendiri dikenal sebagai salah satu orang terkaya di dunia yang memiliki gaya hidup mewah hingga kegemaran akan polo pony dan koleksi supercars miliknya, tentunya berkat produksi minyak dan gas berlimpah di negerinya.  Di kota Bandar Seri Begawan, Sultan Hassanal Bolkiah bertempat tinggal khusus di Istana Nurul Iman.

Sebagai kediaman royal families Brunei, istana yang memiliki 1.788 ruangan tersebut secara resmi merupakan hunian kepala negara dengan ukuran terbesar di seluruh dunia. Dalam 3 hari open house itulah nantinya para warga akan mendapat kesempatan untuk menengok langsung kemewahan istana Sang Sultan yang normalnya tertutup bagi akses publik. Di istana yang dikelilingi Sungai Brunei dan dapat diakses menggunakan water taxi itu, masyarakat akan dibagi berdasarkan jenis kelamin. Para pria akan dipersilahkan berjabat tangan dengan Sang Sultan, sedangkan para wanita akan disambut oleh Ratu Saleha, Sang Permaisuri, semuanya berlangsung di ruangan mewah bertabur bunga.

Tak perlu membawa undangan, siapa saja bebas mengantri dan bergiliran memasuki istana untuk menikmati sajian kerajaan dan membawa pulang hadiah istimewa, seperti fruit cake untuk orang dewasa dan amplop berisi uang untuk anak-anak. Meski rakyat Brunei secara umum dikenal sebagai masyarakat yang ramah, para wisatawan sebaiknya menjaga ucapan dan perbuatan di negara konservatif tersebut. Setelah merdeka dari jajahan Inggris di tahun 1984, Monarki Islam Melayu, atau Melayu Islam Beraja dalam bahasa setempat, dinyatakan Sultan sebagai filosofi nasional Brunei hingga sejak 2014 secara resmi menjadi negara yang menerapkan syariah Islam.

Untuk menghadiri open house di Hari Raya Idul Fitri, masyarakat biasanya mengenakan busana resmi yang terbuat dari kain mewah bercorak aneka warna. Para pria akan memakai baju tradisional Melayu terbaik, mulai dari kemeja tak berkerah, celana, sarung, dan songkok. Para wanita, sebaliknya, tampil anggun dengan baju kurung menjuntai serta kerudung berwarna senada. Para travelers yang berkunjung ke Brunei dan bermaksud menghadiri open house sebaiknya menaati dresscode tak resmi berupa busana longgar berlengan panjang, alas kaki menutup jari, celana panjang bagi pria, serta gaun panjang bagi wanita.

Terbuka untuk sesi pagi dan sore hari, bus bebas tarif akan disediakan untuk mengangkut para warga sejauh 3 kilometer dari pusat kota hingga ke istana. Kerumunan warga biasanya mulai memenuhi jalanan sejak hari mulai terang pada pukul 7 pagi. Selain mengagumi kemewahan arsitektur istana di lahan seluas 200.000 meter persegi tersebut, Vems, jangan lupa menikmati royal buffet mulai dari beragam jenis kari, ayam madu, pasta, hingga biskuit, fruit salad & fruit cakes. Teh tarik, kopi, dan Milo chocolatte malt menjadi minuman pendamping yang digemari warga Brunei. Tertarik bersilaturahmi dengan anggota kerajaan Brunei, Ladies?

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR