Di Balik Anehnya Pola Tidur Orang Jenius

Di Balik Anehnya Pola Tidur Orang Jenius

8
0
BAGIKAN

Setelah beraktivitas seharian, tidak ada istirahat yang paling sempurna selain tidur. Tahukah Anda, Vems, bahwa kinerja pikiran hingga mood Anda di siang hari ternyata dipengaruhi oleh kualitas tidur di malam hari. Bahkan, bagi beberapa orang ternama, tidur di siang hari terbukti mempengaruhi tingkat kecerdasan.

Tak semua orang membutuhkan durasi tidur sebanyak kurang lebih 8 jam dalam sehari seperti yang telah banyak disarankan. Faktanya, orang-orang paling jenius dalam sejarah peradaban manusia seperti Leonardo da Vinci dan Nikola Tesla merasa rugi apabila tidur terlalu lama. Semakin sering tidur, menurut mereka, semakin banyak hal yang akan hilang dalam hidup. Da Vinci dan Tesla juga secara tegas menyatakan bahwa membatasi waktu tidur akan menghadirkan keajaiban pada tingkat produktivitas.

Kedua jenius itu rupanya mempunyai siklus tidur intensif yang disebut juga dengan “Uberman.” Siklus tidur intensif tersebut membagi tidur dalam 6 sesi dengan durasi waktu 20 menit setiap harinya. Wujud ekstrem tidur polifasik menjadi dasar dari praktik tidur tersebut, dengan durasi tidur singkat dalam frekuensi lebih dari 3 kali sehari. Pola tidur yang tak biasa ini tentu saja tak bisa dipraktikkan begitu saja oleh semua orang yang belum berpengalaman melakukannya.

Claudio Stampi dalam bukunya Why We Nap menuturkan bahwa pola tidur sedemikian rupa memberikan Da Vinci 6 jam produktif setiap harinya. Peningkatan produktivitas tersebut terus berlangsung selama 20 tahun sepanjang 67 tahun usianya. Jurnal ilmiah Work & Stress lebih jauh lagi mendukung klaim tersebut dan mengangkat data riset yang telah diterbitkan tahun 1989 yang membuktikan bahwa strategi tidur polifasik dapat meningkatkan kinerja seseorang hingga jangka waktu yang panjang.

Lain lagi dengan Winston Churchill, sosok Perdana Menteri Inggris yang memimpin negerinya memenangkan Perang Dunia II. Hingga akhir masa jabatannya, Churchill dikenal sebagai pekerja keras yang sering begadang di malam hari untuk menyelesaikan tugasnya membaca laporan sidang kabinet dan menyusun strategi. Churchill hanya tidur saat jam 5 pagi sesudah menenggak sedikit whiskey dan soda, sebelum kembali lagi bertugas memimpin sidang kabinet siang harinya. Meski merupakan seorang perokok berat dan bertubuh gemuk, pola tidurnya yang unik justru memberikannya umur dan karir politik yang cukup panjang.

Meski demikian, Vems, tak semua orang sanggup menjalani pola tidur ekstrem seperti para individu sukses di atas. Anda boleh saja bercita-cita meraih kesuksesan seperti mereka, tapi dengarkan apa yang tubuh Anda sendiri butuhkan. Pastikan bahwa jam tidur Anda cukup agar dapat merasa segar setelah bangun dan siap melanjutkan aktivitas. Pada sebagian besar orang, efek kurang tidur pada otak ternyata sama merusaknya seperti minum alkohol.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR