3 Ucapan Tabu Saat Negosiasi Kenaikan Gaji

3 Ucapan Tabu Saat Negosiasi Kenaikan Gaji

73
0
BAGIKAN

Di dunia yang sempurna, Anda akan memiliki pekerjaan yang sesuai dengan passion Anda, dan Anda akan mendapatkan gaji yang sangat layak di tahun pertama Anda bekerja di sana. Unfortunately, that’s not how this world works. Anda bisa jadi bekerja di perusahaan yang sudah sejak lama Anda idolakan, tapi lalu Anda menyadari bahwa upah gaji yang Anda terima kurang sesuai. Dan kalau Anda tidak sabar menanti kenaikan upah tahunan, Anda bisa meminta negosiasi gaji dengan atasan Anda.

Well, now that’s thrilling! Vemine sangat paham pasti ada sedikit rasa waswas ketika Anda ingin meminta kenaikan upah gaji. Dan satu-satunya hal yang tidak Anda inginkan adalah mengatakan hal yang salah sehingga jangankan naik gaji, Anda justru dipecat dari perusahaan. Bersikaplah optimis, Vems! Anda bisa mendapatkan hak Anda. Asalkan, Anda menghindari mengatakan kata-kata ini.

  • “Aku Membutuhkan Kenaikan Gaji Karena Aku Memiliki Masalah Pribadi”

Pegawai perusahaan adalah aset yang sangat berharga, jadi jika Anda saat ini tengah mengalami masalah pribadi pastinya bos Anda akan paham dan menaikkan gaji Anda, kan? Well, wrong. Terlepas dari seberapa besar rasa simpati atau empati yang dimiliki oleh pimpinan Anda, mereka tidak akan menjadikan hal tersebut sebagai pertimbangan untuk menaikkan gaji Anda.

Satu pertimbangan paling utama bagi sebuah perusahaan adalah bersungguh-sungguh tidaknya Anda dalam menjalankan pekerjaan Anda, dan juga baik-tidaknya performa kerja Anda. Jadi saat Anda akan meminta kenaikan gaji, pusatkan perhatian pada diri Anda sendiri dan seberapa besar kontribusi Anda terhadap pekerjaan. No sob story, ladies!

.3145 3 Ucapan Tabu Saat Negosiasi Kenaikan Gaji (A)

  • “Aku Tahu Waktunya Tidak Tepat, Tapi. . . “

To be honest, jika Anda ingin sukses mengajukan kenaikan gaji maka hal pertama yang harus Anda lakukan adalah peka terhadap kondisi perusahaan. Apabila perusahaan terlihat baik-baik saja dengan angka penjualan atau proyek terus berdatangan, maka Anda bisa mengadu untung dengan mengajukan proposal.                                                       

Tapi seandainya jika Anda tahu bahwa perusahaan baru saja memutus hubungan kerja dengan banyak karyawan, itu sebenarnya pertanda bahwa kondisi finansial perusahaan sedang tidak bagus. Ada baiknya untuk menunggu hingga kondisi perusahaan kembali kondusif terlebih dahulu.

  • “Aku Sudah Melakukan Apa yang Harus Aku Lakukan”

Vemine tahu banyak dari Anda yang merasa bahwa beban pekerjaan yang Anda lakukan terlalu banyak, yang artinya Anda berhak mendapatkan gaji. Kecuali jika Anda sudah memberikan performa yang maksimal terhadap proyek yang diberikan, jangan pernah mengajukan pernyataan ini. Apalagi, jika performa kerja Anda terlihat ala kadarnya. Jika Anda ingin terlihat eligible untuk mendapatkan kenaikan gaji, maka tunjukkan usaha ekstra Anda dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. Tunjukkan bahwa Anda adalah seorang high-performer, and not a mediocre one.

Semoga negosiasi gaji Anda lancar, Vems! Selamat berjuang.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR