3 Rahasia di Balik Memenangkan Hati Rekan Kerja

3 Rahasia di Balik Memenangkan Hati Rekan Kerja

14
0
BAGIKAN

Siapapun pasti ingin disukai oleh orang lain, terutama jika Anda akan bertemu dan berinteraksi dengan mereka selama 8 jam. Dengan banyaknya jam yang Anda gunakan di kantor, rekan-rekan kerja Anda seakan menjelma menjadi keluarga kedua Anda. So, tidak mengherankan jika Anda pun ingin memiliki relasi yang baik dengan mereka kan?

Pleasing everyone is impossible, tapi paling tidak attitude yang Anda tunjukkan akan menentukan kolega kerja Anda merasa nyaman berinteraksi dengan Anda atau tidak. Dan dengan lingkungan kerja yang ramah dan menyenangkan pasti membuat Anda semakin betah dan senang bekerja kan? Jadi attitude seperti apa nih yang harus ditunjukkan untuk menjadi rekan kerja yang baik dan menyenangkan?

Sapaan Sederhana Ternyata Bisa Mencairkan Suasana

Tak percaya? Coba sendiri deh, Vems. Di pagi hari saat memasuki ruangan cobalah untuk memberikan sapaan “Selamat Pagi!” dengan tersenyum. Percaya tak percaya, tindakan sesederhana itu bisa membuat Anda terlihat lebih ramah di mata rekan kerja lho. Anda juga terkesan lebih approachable dibandingkan jika Anda hanya berjalan lurus ke meja kerja dengan wajah cemberut.

Kind Words Tidak Harus Dalam Bentuk Untaian Kata Mutiara Lho

Ladies mungkin bukan seorang pujangga (karena sudah jelas-jelas Anda adalah seorang career woman), tapi Anda pasti bisa kan memberikan pujian yang tulus? Jika Anda mengetahui bahwa si A mendapatkan promosi karena kinerjanya yang bagus, hampirilah rekan kerja Anda dan sampaikan pujian untuknya. Atau mungkin si A terlihat semakin mempesona dengan potongan rambut barunya? Jangan ragu-ragu untuk memberikan pujian kecil untuknya.

3 Rahasia di Balik Memenangkan Hati Rekan Kerja-a

Seringkali kita terlalu berfokus terhadap kekurangan yang dimiliki oleh seseorang. Sehingga, kita jadi lupa seberapa besar efek positif yang Anda berikan saat Anda memuji seseorang. Buatlah rekan-rekan kerja Anda menjadi lebih percaya diri dengan menjadi pribadi yang mampu memberikan kritik tapi tidak pelit pujian ya, Vems.

Bergosip Memang Terlihat Sebagai Cara Sosialisasi Terbaik, Tapi. . .

Ketika rekan kerja saling berkumpul, hampir bisa dipastikan bahwa salah satu pembicaraan yang paling gemar dilakukan adalah bergosip. Bisa jadi si A sebal dengan atasannya, sehingga ia mengeluh kepada teman-temannya. Atau si C merasa curiga dengan interaksi antara si A dan D. Membicarakan orang lain memang mengasyikkan, apalagi kalau dibumbui dengan berbagai macam spekulasi.

But you know what? Don’t. Topik gosip tentang orang lain sudah hampir bisa dipastikan berisi 99% spekulasi dan 1% fakta. Dan biasanya begitu gosip tersebut beredar, akan semakin sulit untuk diredam. Jika gosip tersebut tidak benar, maka pihak yang digosipkan akan hancur reputasinya. Dan kalaupun gosip tersebut benar, apa keuntungan yang didapatkan dari mempermalukan seseorang?

Jika Anda terjebak di dalam percakapan gosip dan tidak dapat melarikan diri, cukup respons seadanya dan alihkan pembicaraan ke topik lain. Dengan begitu Anda bisa dapat berteman dengan rekan-rekan kerja Anda tanpa perlu khawatir terlihat sok.

 Dan hal yang tak kalah penting adalah, jadilah pribadi yang peka terhadap perasaan dan kebutuhan orang lain. Itulah akar dari hubungan inter-relasi yang sehat.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR