Awas Vems! Perilaku Ini Jadi Penghambat Kesuksesan

Awas Vems! Perilaku Ini Jadi Penghambat Kesuksesan

8
0
BAGIKAN

Vems, please define “success”. Pastinya tiap dari kita memiliki interpretasi berbeda tentang hal apa yang membuat seseorang menjadi sukses. Anda mungkin beranggapan bahwa seseorang yang sukses berarti memiliki gaji yang tinggi, menjadi bos dari perusahaan terkenal, dan lain sebagainya. Sukses bisa juga berarti bahwa Anda merasa bahagia dengan karir yang Anda tekuni saat ini terlepas dari besar-kecilnya upah kerja.

Nah, apakah Anda saat ini sudah termasuk ke dalam golongan orang sukses, ladies? Jika Anda sampai saat ini ternyata belum merasa mencapai makna “sukses” yang Anda impikan, pastinya ada beberapa hal yang menghalangi Anda untuk mendapatkannya. Dan seringkali tanpa sadar perilaku kita-lah yang justru menciptakan batu penghalang tersebut. Hayo Vems, jangan-jangan selama ini Anda memelihara perilaku berikut ini?

  • Mindset Mediocre

“Ah, itu hanyalah tugas untuk orang pintar. Aku mana mampu melakukannya?”

“Untuk apa berjuang terlalu keras? Kemampuanku kan hanya segini”.

Hayo, ada berapa banyak dari Anda yang suka berpikiran seperti itu? Banyak orang mengira bahwa dengan berpikiran seperti itu membuat mereka terlihat modest, padahal pola pikir mediocre seperti itulah yang membuat karir Anda tidak pernah maju.

Seseorang yang sukses akan menghindari pola pikir manja tersebut. Ketika mereka menghadapi kegagalan dalam tantangan, mereka akan melihatnya sebagai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan diri. Itulah yang membuat orang sukses tidak pernah lelah untuk belajar, sedangkan di saat yang sama orang dengan pemikiran mediocre akan selalu berada di posisi yang stagnan.

Awas Vems! Perilaku Ini Jadi Penghambat Kesuksesan-a

Tidak Mau Beradaptasi

Masih berhubungan dengan sifat pertama, ciri-ciri orang yang terancam gagal adalah ketidakmauan untuk beradaptasi. Let’s face it, lingkungan kerja Anda akan selalu berubah. Sehingga jika Anda terus memilih berada di dalam comfort zone, Anda tidak akan dapat berkompetisi dengan individu lain yang lebih siap menerima perubahan.

Jadi di industri manapun Anda bekerja saat ini, selalu bersiaplah bahwa Anda harus selalu siap menerima perubahan dan mau beradaptasi. Karena bahkan sesuai dengan teori evolusi, hanya makhluk hidup yang dapat beradaptasi dengan perubahan-lah yang dapat terus bertahan hidup.

Menyalahkan Orang Lain

Kebiasaan playing victim sepertinya sudah sangat mendarah daging di dalam SDM Indonesia, dan sayangnya itulah penyebab kenapa bangsa kita sangat susah untuk sukses. Ketika terjadi hal yang salah, akan sangat mudah bagi kita untuk menyalahkan orang lain dan menempatkan diri kita di posisi korban.

Padahal, it takes two to tango. Kesalahan apapun yang Anda timpakan pada orang lain besar kemungkinan Anda pun mengambil andil di dalamnya. Tidakkah lebih baik untuk mengakui kesalahan yang kita lakukan dan berusaha memperbaiki keadaan daripada saling lempar kesalahan?

Hanya karena Anda memiliki beberapa perilaku di atas, bukan berarti Anda ditakdirkan untuk terus gagal kok. Karena kini setelah Anda bisa mengidentifikasi perilaku merugikan tersebut, akan semakin mudah pula untuk memperbaiki perilaku Anda. Tetap semangat, Vems.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR