Dampak Erupsi Gunung Agung Tidak Bisa Dianggap Remeh Lho

Dampak Erupsi Gunung Agung Tidak Bisa Dianggap Remeh Lho

20
0
BAGIKAN

Semenjak Bulan September lalu, status Gunung Agung di Bali tetap “AWAS” namun baru beberapa hari belakangan salah satu gunung berapi terbesar di Indonesia ini mulai menunjukkan gejala-gejala erupsi. Salah satunya adalah dengan keluarnya asap panas dan abu vulkanik yang mulai menghujani pemukiman desa di sekitar gunung. Dan bukan tidak mungkin partikel halus dari debu vulkanik tersebut juga turut tersebar ke area provinsi yang lainnya. Wah, Anda perlu meningkatkan kewaspadaan nih, Vems.

Karena menurut Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) yaitu Dr. Agus Dwi Susanto, abu vulkanik tersebut dapat menimbulkan beberapa dampak negatif untuk kesehatan.  Jika sampai abu vulkanik terhirup masuk ke dalam paru-paru, maka akan mengakibatkan beberapa gangguan pernapasan salah satunya adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Gejala awal ISPA sangatlah mirip dengan gejala batuk dan pilek. Penderita juga mengalami kesulitan bernapas, bahkan dalam beberapa kasus mereka akan jatuh pingsan. Hingga saat ini cukup banyak pengungsi terkena penyakit ini, dengan kebanyakan korban merupakan orang-orang lanjut usia. Untungnya, mereka sudah mendapatkan pengobatan yang dibutuhkan di Puskesmas.

Dampak Erupsi Gunung Agung Tidak Bisa Dianggap Remeh Lho-a

Selain ISPA, debu vulkanik juga dapat mengakibatkan gangguan pernapasan lain seperti batuk berdahak, radang tenggorokan, dan lain sebagainya. Makanya sangat disarankan bagi Anda yang tinggal di Pulau Bali dan sekitarnya untuk mengenakan masker. Dengan menutupi mulut dan hidung Anda dengan masker, maka kemungkinan Anda incidentally menghirup abu vulkanik pun akan semakin terminimalisir.

Tidak hanya saluran pernapasan saja yang bisa terkena iritasi, mata dan kulit Anda pun tidak luput dari bahaya abu vulkanik. Ketika abu vulkanik mengalami kontak dengan mata, maka Anda akan terkena kelilipan dan respons reflek pertama yang dilakukan pasti menggosok mata. Padahal walaupun tidak terlihat oleh mata, partikel abu vulkanik ini memiliki permukaan yang lumayan tajam lho.

Hasil dari gesekan tersebut pun secara otomatis akan membuat mata Anda tergores sehingga mengakibatkan iritasi. Tanda-tanda umum dari terjadinya iritasi mata antara lain rasa gatal dan kering pada bagian mata, dan tak jarang mata Anda terasa sangat perih. Bagian sklera atau putih mata pun akan berubah menjadi kemerahan. Yang pasti iritasi mata mengakibatkan ketidaknyamanan deh.

Saat Anda terkena kelilipan abu vulkanik, tahanlah diri Anda untuk tidak menggosok mata. Kedip-kedipkan mata Anda berulang kali dan biarkan air mata Anda menghanyutkan partikel debu tersebut keluar dari mata. Dan jangan lupa untuk mengenakan kacamata yang sesuai ya.

Semoga saja erupsi Gunung Agung tidak memakan korban jiwa ya, Vems.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR