Sudah Tahu Fakta Menarik Tren White Tanning Kekinian?

Sudah Tahu Fakta Menarik Tren White Tanning Kekinian?

4
0
BAGIKAN
Sudah Tahu Fakta Menarik Tren White Tanning Kekinian?-cover

Ladies, ketika Anda mendengar kata “tanning”, pastinya satu hal yang terbersit di pikiran Anda adalah satu prosedur kecantikan yang ditujukan untuk membuat kulit Anda menjadi kecoklatan. Teknik tanning ini sering sekali dipraktekkan oleh para perempuan yang tinggal di belahan negara Eropa maupun Amerika. Tujuannya tak lain untuk memperoleh kulit sawo matang yang bagi mereka adalah warna kulit yang eksotis. Bagaimana dengan “white tanning”, atau yang juga lebih dikenal dengan nama “reverse tanning”?

Sedikit penjelasan buat ladies yang mungkin baru pertama kali mendengar istilah ini. Reverse-tanning adalah salah satu teknik kecantikan yang memang sedang trending di negara Korea. Kita semua sudah tahu betapa perfeksionisnya para penduduk Negara Gingseng tersebut  dalam hal kecantikan. Dan kira-kira seperti apa sih reverse tanning itu? Dan apakah benar bahwa makna dari kata tersebut adalah proses tanning yang bukan membuat kulit menjadi coklat melainkan menjadi putih? Temukan fakta-fakta menariknya di artikel ini.

Fakta pertama adalah, banyak orang salah kaprah dalam mengartikan kata “reverse-tanning”. Memang, karena istilah tanning sendiri berarti mengubah warna kulit menjadi coklat, serta merta kita menganggap bahwa reverse-tanning memiliki arti memutihkan kulit. Ternyata, manfaat sebenarnya dari proses tanning ini adalah untuk membantu meratakan sekaligus mencerahkan warna kulit.

Sudah Tahu Fakta Menarik Tren White Tanning Kekinian?-a

Meskipun namanya white-tanning, prosedur ini tidak dapat mengubah warna kulit Anda. Manfaat lain yang bisa dipetik adalah menghilangkan jerawat dan mengurangi garis-garis halus keriput. Namun, proses tanning ini tidak dapat mengembalikan kondisi kulit yang rusak akibat radiasi sinar UV.

Fakta menarik selanjutnya, kata “tanning” pada kata “white-tanning”  ini sepertinya hanya sekedar embel-embel saja. Karena tidak seperti “tanning” yang menggunakan sinar UV untuk merangsang pembentukan zat melanin, reverse-tanning ini menggunakan radiasi sinar yang berada jauh dari spektrum sinar UV, yaitu sinar inframerah. Ketika tubuh terpapar sinar inframerah tersebut, tubuh akan membentuk dua zat di dalam kulit yaitu kolagen dan elastin yang membantu meremajakan kulit.

Dan tahukah Anda siapa yang berperan dalam penemuan teknologi reverse-tanning ini? Bukan pemilik salon atau ahli kecantikan, melainkan NASA. Ya, badan antariksa Amerika Serikat-lah yang mengadakan penelitian yang kemudian melahirkan teknologi ini. Hanya saja, awalnya tujuan dari reverse tanning tersebut bukanlah atas dasar perawatan kecantikan melainkan lebih untuk membantu para awak pesawat luar angkasa memulihkan kondisi tubuh selama bertugas di luar planet Bumi.

Wah, keren banget ya Vems? Apakah Anda tertarik untuk mencoba?

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR