Diet Sampai Pingsan, Perlukah?

Diet Sampai Pingsan, Perlukah?

5
0
BAGIKAN
Diet Sampai Pingsan, Perlukah?-cover

Image seorang perempuan berparas cantik, berkulit putih bersih, dan bertubuh langsing terus menerus ditampilkan di layar televisi, sehingga sedikit demi sedikit membentuk standar masyarakat bahwa perempuan baru bisa dibilang cantik adalah yang memiliki wajah cantik seperti model iklan tersebut, dan bertubuh langsing. Dan sudah bisa ditebak, most of us are trying too hard to fit into the frame.

Tidak jarang banyak perempuan muda yang kemudian merasa minder dengan bentuk tubuh mereka hingga mereka mengupayakan diet mati-matian, literally. Banyak dari mereka melakukan diet super ketat, bahkan tidak jarang mereka benar-benar menghentikan asupan karbohidrat dan bertahan hanya dengan makan satu jenis buah atau sayuran dan air putih. Dalam kasus ekstrim, cukup banyak dari mereka yang benar-benar menghentikan asupan makanan dan hanya mengkonsumsi air putih.

Akibatnya sudah bisa ditebak. Tubuh mereka pun menjadi lemas dan lemah akibat tubuh yang tidak dapat memperoleh asupan energi. Mereka juga sering mengalami pusing kepala yang teramat hebat hingga tak jarang mereka jatuh pingsan.

Peristiwa pingsan akibat ekstrim diet dikenal dengan nama syncope di dalam dunia medis. Faktor penyebab syncope bermacam-macam, salah satunya adalah akibat dari defisiensi mineral. You see, tubuh Anda membutuhkan asupan zat besi yang cukup untuk memproduksi hemoglobin atau sel darah merah yang berfungsi untuk mendistribusikan oksigen ke seluruh tubuh. Zat besi hanya bisa didapatkan dari makanan seperti sayuran hijau dan daging ikan, dan jika Anda melakukan diet ekstrim tubuh Anda tidak akan mendapatkan asupan zat besi yang cukup.

Diet Sampai Pingsan, Perlukah?-a

Akibatnya kadar hemoglobin di dalam darah Anda pun akan menurun dengan drastis, begitu juga dengan jumlah oksigen yang terdistribusikan ke seluruh tubuh. Dan jika jaringan otak Anda tidak memperoleh asupan oksigen yang cukup, fungsi otak akan terganggu. Akibatnya Anda akan mengalami gejala pusing yang hebat, kesulitan berkonsentrasi, hingga jatuh pingsan.

Pingsan akibat diet ekstrim juga berhubungan erat dengan kurangnya kadar glukosa di dalam darah. Sama seperti bensin pada mesin, glukosa adalah bahan bakar yang dibutuhkan oleh organ-organ tubuh untuk mendukung aktivitas Anda sehari-hari. Dengan menghilangnya makanan dengan kadar glukosa dari menu diet Anda, kadar gula di dalam darah Anda akan drop dan mengakibatkan tubuh Anda menjadi tidak bertenaga. Jika keadaan ini terus berlanjut, besar kemungkinan Anda akan jatuh pingsan terutama jika Anda ngotot melakukan olahraga berat.

Diet memang diperlukan, bukan untuk menjadi cantik melainkan agar tubuh Anda tetap sehat. Tapi yang jelas diet ketat sampai pingsan bukanlah jalan menuju hidup yang sehat, Vems. Tiap individu membutuhkan pola diet yang berbeda, jadi jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter gizi untuk menemukan jenis diet yang sesuai dengan Anda.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR