Harumnya Racikan Solong Coffee dari Serambi Mekkah

Harumnya Racikan Solong Coffee dari Serambi Mekkah

1
0
BAGIKAN

Salah satu peribahasa yang diamini oleh hampir semua penikmat kopi di Indonesia adalah, belum lengkap petualangan Anda ke Banda Aceh jika Anda belum mampir sejenak untuk ngopi. Memang selain dikenal sebagai Serambi Mekkah, kota Aceh juga dikenal dengan racikan kopinya yang harum dan sangat lezat. Salah satu warung kopi yang paling direkomendasikan bagi para coffee-holics adalah Warung Kopi Solong yang terletak di Jl. Teuku Iskandar Nomor 13 – 14.

Warung kopi ini tergolong tempat ngopi paling legendaris dan tertua yang ada di daerah Kota Banda Aceh. Berdiri sejak tahun 1974, warung kopi ini dulunya didirikan dengan nama “Jasa Ayah”. Tapi nampaknya, nickname dari ayah sang pendiri yaitu Haji Nawi jauh lebih terkenal. Sehingga dengan sendirinya nama coffee shop tersebut berubah menjadi Warung Kopi Solong.

Hampir semua kopi yang dibuat di sini dibuat dengan menggunakan teknik tradisional, sehingga jangan heran jika variasi kopi Robusta dan Arabica yang disajikan terasa lebih nendang dengan cita rasa pahitnya. Salah satu menu kopi yang tidak akan Anda temukan di warkop kota lain adalah Kopi Sanger.

Harumnya Racikan Solong Coffee dari Serambi Mekkah-a

Kopi Sanger adalah sajian kopi Robusta bercita rasa pahit yang dipadu dengan campuran susu kental manis. It’s bittersweet like life itself. Sejarah di balik terciptanya Kopi Sanger ini tergolong unik lho, Vems. Kopi Sanger konon merupakan akronim dari kata “sama-sama ngerti”. Dulu ada sekelompok mahasiswa yang ingin menikmati sajian kopi namun karena menyadari budget mereka tidak mencukupi, mereka pun berusaha bernegosiasi dengan pemilik warung.

Buah dari perundingan tersebut adalah secangkir kopi yang dicampur dengan susu kental manis, yang di kemudian hari menjadi menu tetap dari warkop ini dengan nama Kopi Sanger. Ada-ada saja ya, ladies?

Anda juga wajib menikmati sajian espresso yang tidak diseduh dengan mesin espresso layaknya di cafe kopi modern. Di sini, kopi Arabica dicampur dengan gula palem yang dihancurkan. Espresso yang dihasilkan warkop ini cenderung memiliki tekstur yang lebih kental dengan sedikit cita rasa asam. Selain itu tersedia juga sajian kopi khas kota Aceh lainnya, seperti Kopi Pancong dan Kopi Sikhan. Dan untuk melengkapi kenikmatan ngopi, Anda bisa memilih berbagai macam jenis camilan yang disediakan di warung ini. Beberapa camilan yang tersedia antara lain kue canai, kue bika, bolu ubi, bakwan, risol, dan lain sebagainya.

Hanya saja, bersiap-siaplah kecewa jika Anda ingin menikmati satu lagi kopi khas Sumatra yaitu kopi luwak. Pendiri warung kopi ini menolak untuk menghidangkan jenis kopi tersebut karena dianggap tidak etis untuk menyajikan kopi yang berasal dari kotoran hewan. Terlebih lagi karena sebagian keuntungan yang berlebih disumbangkan ke masjid. Rasanya semakin tidak etis kan menyumbangkan hasil penjualan kopi dari kotoran hewan ke tempat ibadah.

Tertarik untuk ‘nyolong’ di cafe kopi ini, Vems?

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR